LINGKARMALANG – Siapa yang tidak kenal cairan hitam bernama kopi ini. Bukan hanya sebagai teman menghisap nikotin, minuman ini juga kadang bisa menyulap para pria menjadi kecandungan kafein di dalamnya. Seperti yang pernah diceritakan di artikel sebelumnya tentang para petani kopi, Kota Malang ini sangat kaya dengan berbagai berbagai varian mulai dari kopi Dampit yang Robusta hingga Panderman, Arjuno, dan Anjasmoro yang bercita rasa arabika. Namun tahukah Nawak Lingkar Malang bahwa selain bijinya, kulit kopi juga bisa dinikmati kulitnya.

Namanya adalah Cascara, nama ini diambil dari Bahasa Spanyol yang mempunyai arti kulit. Walau berasal dari Kulit kopi namun jenis minuman ini termasuk sebagai kategori teh , ibaratnya teh tapi tanpa daun teh. Di bagian  dunia lain seperti benua Amerika dan Afrika minuman ini adalah minuman rakyat yang dapat dinikmati sehari- hari. Namun berbeda kondisinya di negeri kita, Kulit Kopi yang harusnya bisa bernilai ekonomis masih dianggap sebagai limbah atau maksimal di pergunakan oleh petani sebagai pupuk ataupun pakan ternak.

Berawal dari tantangan seorang barista kawakan untuk membuat cascara, Wahyu EP yang juga pemilik Roeang Seduh Rakjat tertantang untuk menjajal mengembangkan cascara di daerahnya sendiri yaitu Kota Batu. Bukan proses yang mudah untuk ditaklukan, pada tahun 2016 berbekal dari berbagai literature, media sosial, dan hasil korespedensi melalui email ke pakar cascara di luar negeri, wahyu mulai bereksperimen tentang proses yang paling tepat untuk membuat cascara yang sempurna.

Membutuhkan  waktu setahun untuk belajar dari kesalahan dan mengupayakan kesempurnaan. Tepat setahun pada 2017 Cascara dengan menggunakan produk lokal kopi Arjuna siap menghentak pasaran. Walau begitu Wahyu masih kurang puas dengan produk baru ini dan terus menyempurnakan varian minuman baru  yang bernama Cascara ini.

Buat Nawak Lingkar Malang yang ingin mencicipi rasa manis dan asamnya kulit Kopi yang terangkum dalam Cascara ini bisa langsung pesan melalui Instagram Roeang Seduh Rakjat. Buktikan sendiri keunikan rasanya dan kabarkan pada teman lainnya. Karena dengan membeli produk ini Nawak Lingkar Malang turut membantu petani kopi di Batu.  (Prasetyo.K)