Lingkarmalang.com, Malang – Sungai Brantas adalah sungai terpanjang kedua di pulau Jawa setelah sungai Bengawan Solo. Melintasi kota-kota yang ada di Jawa Timur, bahkan ada yang menyebutkan panjang aliran sungai ini setara dengan seperempat provinsi Jawa Timur. Istimewanya lagi sungai Brantas hanya bersumber dari sebuah sumur seluas 1 meter saja.

Sumur tersebut berada di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Warga sekitar menyebut area yang dapat menghasilkan aliran air sekitar 3 liter per detik tersebut dengan nama Arboretum. Di sini pasti akan menemukan hal yang menarik dari segi penamaan, pastinya nama tersebut tidak mungkin diambil dari kearifan warga Batu sendiri.

Usut punya usut seperti yang dikutip oleh Kompasiana “Arboretum Sumber Brantas merupakan nama pemberian dari Ir. Hasrul Harahap (saat itu menjabat sebagai menteri Kehutanan)”. Secara bahasa Arboretum memiliki arti sebagai tempat berdirinya pohon. Mungkin saat itu dinamakan seperti itu agar terjaga keasriannya, jika keasriannya terjaga secara tidak langsung hilir sungai Berantas tersebut tetap mengalir.

Saat ini Arboretum Sumber Berantas dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Karena memang aset sumber mata air tersebut sampai saat ini masih dikelola dan difungsikan oleh Jasa Tirta, sebagai pemasok air bersih. Namun jangan berkecil hati dulu, meskipun pengelolaannya langsung di bawah tata kelola air, tempat ini masih dibuka untuk berwisata. Agaknya memang sangat disayangkan jika diambil sumber mata airnya saja.

Di sumber yang berada di lereng Gunung Arjuno ini anda dapat berwisata edukasi mengenai pohon yang saat ini sudah jarang ditemui. Seperti pohon Juwet, Kluwek dan pohon-pohon tradisional lain. Selain berwisata edukasi rasanya anda juga dapat memanjakan paru-paru yang sehari-hari berkutat dengan asap polusi khas perkotaan. Tertarik untuk berkunjung? Langsung saja cus ke sana.