Lingkarmalang.com, Restoran Hok Lay – Belajar sejarah tak melulu harus ke situs sejarah atau ke museum. Bila anda ke Malang wajib hukumnya untuk berkunjung ke restoran Hok Lay. Karena restoran yang beralamatkan di Jl. K.H. Ahmad Dahlan nomor 10 ini sudah berjualan makanan sejak era pertahanan kemerdekaan. Berbagai referensi menyebutkan bahwa restoran ini sudah berdiri sejak 1946.

Namun bila anda berkunjung ke sana pasti akan menemukan plakat izin berjualan bertuliskan “Persh. Rumah Makan NJ.DJ. Tio Hoo Poo” tertanggal 18 Februari 1961. Jangan bingung hal ini dapat dijelaskan. Jadi saat awal berjualan tahun 1946 sang pemilik masih belum mendaftarkan usahanya ke pemerintah, mungkin karena administrasi negara saat itu masih belum tertata. Baru sejak tahun 1961 sang pemilik baru mendaftar dan mendapatkan izin usaha.

Terlepas dari dualisme masa lahir, restoran ini patut diacungi jempol dari rasa maupun harga. Restoran setua itu masih nampak ramai mungkin karena harganya yang bersahabat. Semua menu yang dijual berharga dibawah 20 ribu rupiah. Termasuk makanan legendarisnya yaitu lumpia Hoklay dan juga minuman yang bernama fosco. Dapat disebut legendaris karena usia resep kedua hal ini mulai ada sejak 50 tahun yang lalu. Mungkin para pembaca masih kalah tua dengan usia resepnya yang ditularkan kepada keluarga secara turun temurun.

Lumpia yang berisi rebung (bambu muda) bersanding saus tauco terlihat sangat menggoda. Dengan plating yang tepat rasanya kudapan yang biasa dijadikan sarapan ini tetap nikmat dimakan di segala waktu.

Selain itu ada pula fosco yang selama beberapa tahun mempertahankan penampilannya. Dengan berbotol merk minuman berkarbonasi ternama fosco mampu menggiurkan para pengunjung. Meskipun berbotol minuman bersoda, fosco tidak berkarbonasi. Hanya botolnya saja, namun minumannya merupakan campuran susu full krim dan coklat. Coklat yang digunakan adalah coklat kue yang diencerkan, sehingga rasanya perpaduan manis dan pahit dari coklat, ada pula rasa gurih yang berasal dari susu.

Memang benar untuk situs bersejarah tak melulu yang dianugerahkan oleh pemerintah. Seperti restoran ini, meskipun tak ada penganugerahan rasanya masih tepat untuk menjadi saksi bisu perjuangan bangsa ini.