Malang merupakan kota wisata, dengan beberapa destinasi yang dapat dikunjungi. Nah kali ini Lingkar Malang akan mengulas salah satu destinasi wisata yang dapat anda kunjungi. Bagi anda yang menyukai sejarah anda dapat mengunjungi Candi Badut. Kalau dari pusat kota Malang sangat dekat dan dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan kota. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi anda bisa melewati Jl. Galunggung dan berbelok ke arah Universitas Ma Chung atau biasa disebut daerah Tidar. Bagi anda para traveler dari luar kota yang ingin berkunjung dengan mengunakan angkot, dari terminal Arjosari dengan menggunakan Angkot yang bertrayek AT (Arjosari Tidar). Mintalah turun di pemberhentian terakhir angkot tersebut. dari tempat pemberhentian anda bisa menanyakan letak Candi Badut kepada warga yang ada di sekitar terminal pemberhentian angkot AT.

Secara Administratif Candi Badut terletak di Jl. Candi V D Desa Karang Widoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Meskipun letaknya tidak jauh dari kota, candi ini menyajikan suasana asri. Dengan tumbuhan yang memang sengaja di tata rapi mengelilingi candi. Di tambah rumput hijau yang seakan menjadi karpet alami yang tumbuh di sekitar candi menjadikan Candi Badut sangat cocok untuk menjadi objek foto. Untuk memasuki candi ini tidak harus melewati pintu gerbang khusus, karna memang tidak ada pagar pembatas antara kawasan candi dengan perumahan warga sekitar.

Candi yang satu ini memiliki seabrek keunikan yang sangat jarang dimiliki candi lain. Menurut para pakar sejarah. Dari bentuk bangunannya yang berbentuk gendut di ruang utamanya sangat mirip dengan beberapa bangunan candi di Jawa Tengah. Dan juga jika dilihat dari beberapa arca yang terletak di dalam candi, candi ini meruakan candi yang dibangunan untuk umat hindu. Seperti halnya yang tertulis dalam prasasti Dinoyo, Candi Badut ini merupakan candi tertua di Jawa Timur. Karna hal itu makanya kita sangat wajib untuk mengunjunginya dan juga menjaganya. Oh iya ada satu lagi yang unik dari candi yang berbentuk persegi ini. Yaitu dari segi nama, awalnya kami mengira kalau nama badut ini merupakan candi yang sering melakukan aksi pertunjukan humor. Tapi setelah kami mencari referensi ternyata nama badut tersebut di ambil dari julukan sang raja Gajayana sendiri.

Photo @nherdananto

Dahulu kala raja Gajayana merupakan raja yang suka melempar humor kepada para abdi istana dan juga rakyatnya. Dalam bahasa tindakan tersebut di sebut sebagai mbadut maka untuk menghormati sang raja candi ini disebut Candi Badut. Sekian beberapa review tentang Candi Badut. Semoga dapat menambah referensi destinasi wisata yang anda miliki.