Gunung Anjasmoro merupakan salah satu dari banyak gugusan gunung yang terletak di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Memiliki ketinggian 2236 mdpl, gunung dapat terlihat di sebelah barat dari Desa Sumberbrantas apabila kita datang melalui Malang. Gunung anjasmoro juga sudah memiliki banyak jalur yang dapat dilalui untuk mencapai puncaknya. Salah satu jalur yang dapat dilalui adalah ladang di kaki gunung rawung yang memiliki ketinggian 1867 mdpl yang terletak di selatan gunung anjasmoro.

Untuk karakteristik vegetasi yang berada di gunung anjasmoro lebih didominasi oleh semak belukar yang memiliki ketinggian hingga dua meter. Ini yang kadang memberikan kesulitan kepada para pendaki yang akan melakukan pendakian, terutama bila ingin melakukan kegiatan finding route.

adhe_wu
Sumber Instagram (@adhe_wu)

Selama melewati jalur tersebut, para pendaki akan beberapa kali melewati sungai yang memiliki lebar sekitar 1-2 meter, tetapi sungai ini tidak terlalu dalam sehingga dapat dilalui tanpa perlu menggunakan peralatan khusus. Selain itu, sungai-sungai yang mengalir ini dimanfaatkan oleh warga sebagai salah satu sarana pengairan di kebun mereka.

Berdasarkan peta Rupa Bumi Indonesia, sheet  Bumiaji, Lembar 1608-113 cetakan tahun 2001. Dapat dianalisa bawah di gunung anjasmoro terdapat sekitar 20 mata air yang mengaliri sungai disana sepanjang tahun. Dikarenakan banyaknya mata air tersebut, ada beberapa pihak yang menfaatkan aliran sungai tersebut untuk mengaliri lahan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mata air ini juga merupakan sumber yang mengisi aliran sungai brantas yang mengalir dari Desa Sumberbrantas hingga Surabaya.

Mata air ini sudah banyak dimanfaatkan oleh warga, selain untuk mengaliri perkebunan mereka, mata air ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat disekitar sana. Ini dapat dilihat melalui banyaknya saluran pipa yang sudah dipasang di sepanjang jalur pendakian gunung anjasmoro. Selain pipa juga ada beberapa pompa yang sudah dibuat untuk membantu mengaliri air yang berasal dari sumber mata air tersebut.

Darisana kita dapat mengetahui bagaimana pentingnya sumber mata air yang ada disana bagi masyarakat. Ada baiknya bagi kita para pendaki untuk membantu menjaga sumber mata air tersebut, salah satu tidak mencemari sumber mata air yang ada dengan limbah yang dibawa selama pendakian. (Husensibt)