LINGKARMALANG – Pada zaman ke-khalifahan masjid memiliki peran penting. Tidak hanya untuk urusan agama yang berarti interaksi manusia dan tuhan, masjid juga difungsikan untuk urusan pemerintahan dan pendidikan yang dapat diartikan sebagai interaksi antara manusia dan manusia lainnya. Pada zaman sekarang juga fungsi masjid mulai menyempit. Jika kita menilik beberapa masjid yang di bangun di sekitar Malang banyak yang hanya difungsikan untuk beribadah.

Namun tidak semua masjid yang ada di Malang Raya hanya untuk beribadah saja. Salah satunya yaitu Masjid Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah atau biasa di sebut Masjid Tiban oleh warga Malang Raya. Masjid yang sekaligus menjadi pondok pesantren ini menurut warga sekitar tiba-tiba muncul di tengah-tengah perkampungan. Tepatnya di Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur Nomor 10 Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang.

Maka dari itu nama masjid ini disebut sebagai Masjid Tiban yang berarti Masjid yang tiba-tiba muncul. Memang dibenarkan oleh beberapa warga setempat dan juga pengurus masjid jika pembangunan masjid yang berlantai 10 ini tidak menggunakan alat berat. Sehingga seakan-akan masjid ini dibangun secara tiba-tiba.

Padahal kenyataannya pembangunan masjid ini memakan waktu yang cukup lama. Pada tahun 1970 KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam mulai membangun dengan dasar sholat istikhoroh. Mungkin hal ini yang memberikan daya tarik tersendiri pada setiap bangunan masjid. Perpaduan unsur ukiran dan pernak pernik ala Negara Cina dan eropa ini membuat masjid ini juga sangat elok untuk menghiasi akun sosial media. Maka dari itu banyak para pengunjung yang hanya bertujuan untuk berwisata saja. Dengan adanya bangunan masjid yang megah ini memberikan berkah sendiri bagi warga sekitar, dari lahan parkir yang disewakan dan juga dari penjualan oleh-oleh. Jika anda ingin mengunjungi tempat tersebut tidak dikenakan biaya masuk. Hanya diwajibkan untuk berpakaian sopan.  (Pungkas.P)