Lingkarmalang.com, Maguan Malang – Kampung tematik sebetulnya sudah lama mengakar di Malang, khususnya di daerah kabupaten Malang yang merupakan area terluas dari kedua kota yang bergabung menjadi nama Malang Raya. Salah satu kampung tematik yang menjadi pusat pembudidayaan yaitu Maguan. Maguan merupakan desa budidaya perikanan yang terletak di Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang.

Desa ini memiliki produk bibit lele yang unggul, terlebih dengan pengelolaan koperasi yang sangat baik, sehingga para petani lele tidak bingung untuk mendapatkan modal usaha. Awal mula kampung lele ini berdiri pada tahun 2004, dilansir harian Malang Post awalnya hanya 9 orang petani saja. Semenjak kemunculan kelompok petani semangat untuk berwirausaha di bidang pembibitan mulai menyebar. Lama kelamaan dapat dipastikan mayoritas penduduk desa Maguan menggeluti usaha pembibitan lele.

Tidak seperti desa lain yang mentargetkan pembibitan sekaligus penjualan lele konsumsi, di desa ini semua petani fokus menjual bibit ke petani lain.

Karena semangat yang tidak pernah padam tersebut berbagai teknologi mutakhir pernah dicoba di desa ini. Seakan menolak untuk kolot, silih berganti desa ini mencoba berbagai teknologi yang ditawarkan. Hasilnya pun tak memungkiri semangat mereka yang menggebu-gebu. Jika Nawak-Nawak Lingkar Malang berkunjung ke sana pasti akan terlihat hal ini. Berbagai jenis kolam dengan teknologi yang berbeda pula tentunya akan terlihat di lahan yang dimiliki oleh petani.

Tentunya hal ini dapat menambah deret pusat industri di Malang tentunya. Kelompok tani pembibit lele ini pun namanya sudah menggaung di kancah nasional. Terbukti dengan adanya piala penghargaan atas lomba-lomba yang pernah diikuti. Tak cukup sampai lomba saja, pasalnya pangsa pasar mereka pula sudah merambah seluruh provinsi Jawa Timur. Kurang mbois bagaimana lagi desa yang berada di kaki gunung Kawi ini?