Lingkarmalang.com, Loakin Go – Sudah menjadi rahasia umum bahwa malang menjadi kota pendidikan, dengan mayoritas pendatangnya memiliki niat untuk mencari ilmu menjadi dilematika tersendiri. Jika dilihat dari segi ekonomi masih sangat menguntungkan, namun dari segi pemakaian kertas dan pembuangan sampah sangat merugikan. Hal ini yang melatarbelakangi platform Loakin tumbuh dan berkembang di Malang.

Ketiga pemuda bernama Elok Fitriani, Muhammad Ali Dhofir, dan Muhammad Muhsin mendirikannya karena prihatin akan kertas-kertas yang terbuang sia-sia. Padahal mengurangi penggunaan kertas berarti menjaga kelangsungan pohon. Hal ini sudah menjadikan diskusi panjang karena kertas berasal dari pohon. Ketiga pemuda tersebut berhasil menggunakan teknologi yang berasal dari corat-coret di kertas, menjadi teknologi tepat guna.

Sedikit gambaran untuk Loakin, sebetulnya bukan barang baru untuk menjual kertas-kertas bekas. Setiap hari sudah ada tukang loak yang berkeliling untuk “memburu” barang-barang tak terpakai seperti kertas bekas. Namun tidak semua wilayah terlewati tukang loak yang biasanya membawa keranjang besar. Menjadi hal mustahil bila tukang loak harus masuk area kos-kosan seperti jalan kerto-kertoan. Maka dari itu Loakin hadir dengan mengajak janjian mereka yang memiliki stok kertas.

Pangsa pasarnya saat ini sudah lumayan banyak, saat tulisan ini dibuat sudah ada 182 pelanggan. Berarti sudah 182 manfaat yang diterima oleh orang lain berkat adanya Loakin go ini. Beberapa kelebihan pun tercurah dari pembelian kertas bekas, selain harganya lumayan bersaing ketimbang tukang loak biasa, jasa timbang di tempat dan order dengan waktu yang menyesuaikan kesibukan juga menjadi nilai lebih. Ujung-ujungnya memang akan berdampak positif juga bagi Nawak-Nawak Lingkar Malang yang sedang sibuk kuliah atau sibuk konsultasi dengan dosen pembimbing. Malang patut berbangga dengan inovasi cemerlang dan kekinian ini.