Pagi itu, saat aku terbangun mataku langsung tertuju pada  langit yang tak begitu cerah diujung jendela. Mendung dan sedikit sayu.  Matahari sepertinya  sedang enggan untuk menampakkan senyumnya. Dengan langkah ragu, ku bergegas kekamar mandi dan bersiap untuk pergi. Tepat pukul 07.00 teman perjalankanku sudah sampai didepan kosan. Sebelum berangkat, kuungkapkan keraguanku untuk pergi karena sepertinya cuaca kurang mendukung perjalanan kami . Maklum, aku kurang begitu suka basah-basahan karena hujan. Belum lagi jarak yang tak dekat menambah keraguanku kala itu. Tapi dengan sigap tangannya meraih tanganku sembari berkata, “sudah, tenanglah dek. Hari ini pasti cerah”. Akhirnya kumantabkan hati  dan kami berangkat.

Pantai Kondang Merak, Photo IG @_ditalestari

Di seperempat perjalanan, kami berdua berhenti sekitar 1 jam untuk sarapan dan berbincang sambil mempelajari rute yang akan kami tempuh. Kata  Google Map, lama perjalanan dari kota Malang menuju pantai tujuan kami yaitu Pantai Tanjung Sirap kurang lebih 3 jam. Perjalanan menuju pantai tanjung sirap benar-benar tidaklah mulus. Kami mengambil rute melewati kepanjen  dan berjalan menuju desa Bantur.  Sesampainya diakhir jalan beraspal, kami harus melewati jalan berbatu yang licin diselingi dengan kubangan air dan tanah berlumpur yang becek sepanjang kurang lebih  4 km. Sesekali motor kami tergelincir dan rasanya seperti membuat jantungku mau copot.  Namun sepanjang perjalanan kami dihibur dengan pemandangan hutan yang rindang, sejuk, dan sesekali terlihat burung entah apa namanya tapi bulunya indah sekali beterbangan kesana kemari. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya kami  sampai diloket pantai Kondang Merak. Jadi, sebelum kepantai Tanjung Sirap, kami harus melewati pantai Kondang Merak dan menyeberangi lautan menggunakan perahu nelayan. Cukup dengan membayar tiket seharga 5000 rupiah perorang kami sudah bisa masuk.

Bahagia  sekali rasanya ketika kami berdua sampai di pantai kondang merak, cuacanya benar-benar cerah, langitnya biru tanpa mendung. Keraguanku terbayar sudah. Setelah  cukup menikmati angin pantai yang sepoi sepoi, kami bergegas menuju pantai Tanjung Sirap. Alangkah kecewanya kami ketika hendak menyeberangi lautan, kondisinya sangat tidak memungkinkan. Air laut sedang pasang dan tak ada satupun nelayan yang mau mengantar.  Sedih, tapi tak serta merta. Kulihat pemandangan di Pantai Kondang Merak ini tak kalah menakjubkan. Pantainya bersih, pasirnya putih. Belum lagi ditambah deretan perahu nelayan yang berjejer rapi serta suasanya yang hening sepi pengunjuang  membuat kami merasa berada di private island. Ku obati rasa kecewaku dengan berlarian kesana kemari, bermain pasir, dan berfoto-foto riang bersama satu-satunya teman perjalanku. Setelah cukup puas menjamah pantai merak, kami memutuskan untuk pulang. Diperjalanan pulang, kami mengambil rute yang berbeda kemudian sesampainya kami  disekitar daerah Gondanglegi kami dikejutkan dengan aspal yang basah. Rupanya,  baru saja selesai hujan. Untungnya cuaca dipantai kondang merak tadi sangat cerah dan kami tidak kehujanan. Dan beruntungnya lagi, diperjalanan pulang kami disuguhi bentangan pelangi yang sangat mengagumkan terlihat dari kejauhan. Sungguh aku begitu menikmati perjalanan hari ini meskipun terselip sedikit kekecewaan.

Kiriman Dari :

Dita Lestari

IG/Line/Twitter: @­­_ditalestari