Lingkarmalang.com, Kopi Dampit Malang – Kopi merupakan produk andalan yang akhir-akhir ini mulai booming di Kota Malang. Sebetulnya kopi merupakan komoditas yang sudah lama bercokol di negeri ini. Salah satu contoh yang dapat diambil adalah ketenaran kopi Dampit yang sudah tersohor sejak masa kependudukan Belanda.

Di tahun 1800-an daerah yang berada di sebelah timur Kabupaten Malang ini sudah menjadi incaran penjajah untuk di tanami kopi, dengan program dari gubernur jenderal Johannes Van Den Bosch bernama tanam paksa yang lebih beken dengan nama cultuurstelsel ini para warga Dampit mulai menanam kopi di ladang milik mereka. Ditengarai hal tersebut maka jadilah Dampit sebagai kota dengan komoditas kopi yang disalurkan ke pelosok negeri pun juga diekspor ke berbagai negara. Hal tersebut tak dapat diragukan lagi kebenarannya, karena ada berbagai bukti yang sampai saat ini masih ada. Salah satu buktinya adalah gedung berarsitektur Belanda yang ada di sekitar pasar Dampit.

Konon ceritanya gedung ini merupakan tempat penyimpanan kopi paska panen dari ladang warga. Nantinya dari gudang ini kopi yang berasal dari Dampit akan diangkut ke pelabuhan tempat berbagai komoditas diberangkatkan ke luar Hindia Belanda. Ada fakta menarik untuk pengangkutan dari ladang menuju gudang meneer Belanda memilih berinovasi dengan membuat gorong-gorong. Gorong-gorong ini difungsikan untuk mengangkut kopi dengan memasukkan seluruh hasil panen ke gorong-gorong, dengan sendirinya karung hasil panen tersebut terbawa air sampai di gudang. Sangat unik bukan?

Selain itu sangking berharganya komoditas kopi robusta Dampit sampai-sampai Belanda rela membuat jalur kereta api dari Dampit sampai ke Kota Malang. Namun sangat disayangkan semakin kesini kopi robusta Dampit mulai tergilas kejamnya kapitalisasi. Beberapa petani hanya mendapat turunan profesi dari orang tuanya, menjadi banyak salah perlakuan terhadap kopi. Hal ini membuat rasa khas kopi Dampit hilang begitu saja, sehingga popularitasnya mulai menurun. Salah satu contohnya saat penjemuran. Kopi memiliki sifat mengikat aroma, jika saat penjemuran menempel langsung ke tanah seperti lumrahnya saat ini. Pastilah dihasilkan kopi yang bau tanah yang lebih menyengat.

Di sisi lain ekspor kopi Dampit juga tidak dapat di remehkan, pasalnya di Dampit sendiri ada perusahaan eksportir kopi yang menyasar negara di benua Eropa. Dari sini dapat disimpulkan kopi Dampit memiliki level dewa di negara lain namun level cupu di negeri sendiri.