Lingkarmalang.com, Stand Up Comedy – Geliat hiburan kini mulai merambat dari yang awalnya digarap secara tidak profesional menjadi lebih profesional. seperti di ranah hiburan komedi, awalnya komedi ini digarap secara langsungan seperti panggung komedi rakyat biasanya. lain halnya dengan dini ini yang lebih memiliki sebuah konsep dalam sebuah kelucuan itu sendiri. dapat mengambil contoh dengan adanya stand up comedy, tak mudah rupanya untuk menghadirkan gelak tawa kepada para penonton. Salah satu komunitas yang memilih untuk menghadirkan hiburan masa kini khas ibukota adalah standup comedy Malang. Seperti komunitas stand up comedy lain yang memilih untuk serius dalam membuat guyonan jika anda melihat para comicnya lebih seperti para pelajar.

Ketepatan pada hari kamis tim Lingkar Malang menemui para comic yang berarti waktu tersebut merupakan waktu para anggota komunitas tersebut berdiskusi. Semenjak tahun 2011 yang merupakan tahun awal berdirinya komunitas ini wajib hukumnya mendiskusikan sharing materi dengan comic lain. Sejalan dengan hal tersebut banyak anggota komunitas ini yang meluncur dengan mulus di ranah stand up comedy ibukota. Comic sekelas Arie Kriting, Abdur sampai Wawan Saktiawan pun sempat menjadi penimba ilmu dan berproses di komunitas ini. Bahkan cikal bakal terbentuknya komunitas ini dari mereka-mereka yang kini sudah sukses di ibukota.

Ibarat kata tradisi turun temurun tak akan menjadi hilang, mulai terlahir sampai saat ini anggota komunitas ini kebanyakan dari mahasiswa pendatang. Mungkin ini merupakan ajang sharing bagi para pendatang yang kebetulan menjadi penuntun ilmu di kota bunga ini. Hal ini yang menjadi daya tarik sekaligus tantangan tersendiri untuk menaklukkan selera tawa di tanah rantau. Bagi Nawak-Nawak Lingkar Malang yang ingin ikut bergabung hanya dapat menghadiri tempat sharing komunitas ini. Di Toeman Cafe lantai 2 setiap hari kamis komunitas ini sering berkumpul, buat para remaja yang suntuk di rumah juga dapat menikmati sajian Open Mic para anggota komunitas Stand Up Comedy. Setiap jumat malam mereka mencoba untuk menguji materi yang sudah mereka buat. Namanya juga uji coba maka harap maklum jika materi yang di bawakan nge-bomb alias tidak lucu. Setidaknya dengan begitu mereka sudah memberikan hiburan melalui kreatifitas yang sudah mereka torehkan. (Pungkas)