Lingkarmalang.com, Komunitas Twitter Malang – Sosial media akhir-akhir ini merupakan tren baru dalam membuat jejaring komunikasi. Jika kawan, sanak famili, atau partner kerja mulai memakai sebuah sosial media pastilah sosial media lain akan ditinggalkan. Demi memenuhi fungsi komunikasi dalam sosial media, tak jarang ada yang berkorban membuang sosial media lama dan menggantinya dengan yang baru.

Salah satu sosial media yang sudah berumur namun mengalami pasang surut pemakai adalah Twitter. Sosial media dengan konsep miniblog ini pernah mengalami pasang surut pemakai. Sangat berbeda dengan Facebook yang menjadi sosial media sejuta umat dan masih stabil ataupun BBM yang pernah booming lalu berangsur mati. Twitter sempat melalui periode booming, lalu sepi, lalu booming lagi. Tak jarang para pemilik akun lama yang sempat tidak berkicau selama beberapa tahun kini mulai aktif lagi.

Pengguna akun Twitter Indonesia memiliki cara unik untuk berbagi rasa. Dengan cara mengajak pengguna akun lain bertemu dan berkenalan, istilah jadul-nya Kopi Darat. Acara kopdar tersebut diberi nama #anaktwitterngumpul. Dengan hashtag tersebut bisa jadi publikasi akan lebih tepat sasaran.

Lain pula bila Anak Twitter Malang sedang berkumpul. Semenjak tanggal 15 Juli 2018 mereka bertemu, berkumpul, dan berkenalan. Nama komunitas mereka pun dibuat semenarik mungkin, lebih tepatnya singkatan komunitas mereka yang menarik. Anak Twitter Malang (ATM) muncul ketika pertemuan yang ada di Oiiki Kafe Joyogrand pada hari tersebut.

Komunitas yang masih seumuran jagung tersebut tak bisa dipandang sebelah mata, saat pertemuan pertama saja lebih dari 100 orang berkumpul. Bukan untuk twitwar melainkan untuk bersenda gurau dan menjalankan games seru. Hadiah demi hadiah untuk meramaikan acara yang dikemas serupa acara ulang tahun pun diberikan.

Sekilas info saja jika anggota Anak Twitter Malang ini bukan satu kubu saja. Ada yang berasal dari instansi pemerintah, ada pula yang masih kuliah ataupun mimin akun anonymous. Admin akun anonymous pun tidak hanya dari satu kubu cebong (pendukung presiden) atau kubu kampret (pendukung oposisi) saja. Semua berkumpul menjadi satu tanpa ada sekat kubu di dalam Anak Twitter Malang.