Lingkarmalang.com, Prasasti Ngandat – Sangat banyak prasasti di Malang, mungkin karena lokasi yang hampir menyerupai Mojokerto dengan beribu situs zaman kerajaan. Dari banyak situs sejarah yang ada, sabagian situs tersebut ditemukan oleh para arkeolog di masa penjajahan. Namun tak jarang penemuan situs tersebut berujung pada pengangkutan situs tersebut. Entah untuk menjadi koleksi di museum atau menjadi buah tangan untuk para pembesar. Salah satu situs yang diangkut oleh para pendatang adalah Prasasti Sangguran.

Awalnya prasti ini berada di Desa Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Diyakini oleh para peneliti bahwasannya prasasti ini merupakan tanda bahwa tahun 850 caka Sangguran pernah dibawah kekuasaan Mataram Kuno. Dalam prasasti yang saat ini dikenal dengan minto stone juga diterangkan bahwa desa Sangguran merupakan daerah perdikan.

Daerah perdikan adalah daerah yang dikhususkan dalam kerajaan. Pengkhususan tersebut dari seluruh segi, mulai dari segi kewajiban pemungutan upeti yang seharusnya mengalir ke para pejabat kerajaan, dalam wilayah perdikan diperuntukkan untuk pembangunan candi. Menurut Suwardono seorang peneliti yang pernah memasukkan Prasasti Sangguran kedalam karyanya, menyebutkan bahwa candi tersebut diperuntukkan untuk para pandai besi.

Singkat cerita pada awal abad ke 18 batu yang memiliki pahatan tulisan di depan, belang, dan samping tersebut oleh raffles sang Gubernur Jendral Inggris di Hindia-Belanda diserahkan kepada Lord Minto seorang Gubernur Jendral Inggris di India. Saat itu hadiah dengan berat 3,5 ton tersebut ditaruh di Minto Craigs di sebelah utara Sungai Tevoit, Skotlandia. Sudah terbayang bukan, bagaimana kondisi sebuah batu andesit bila ditaruh begitu saja di negara yang bersalju. Pasti akan cepat lapuk dan lumut pun tumbuh subur di prasasti yang dibuat atas nadzar Mpu Sindok.