Letaknya yang terselip di dalam pemukiman, menjadikan candi kidal kurang diminati dibandingkan candi-candi yang lain di Kota Malang. Apalagi bila kita sudah memasuki area candi,  kadang terhembus aroma yang sedikit mengganggu dari peternakan ayam tepat di sebelah candi ini. Agak ironis memang, bila mengingat candi ini didirikan untuk mengenang kebesaran raja anusapati yang telah memimpin selama kurang lebih dua puluh tahun. Seharusnya ada langkah yang lebih kongkrit dari pemerintah daerah untuk setidaknya memberikan kebijakan tentang pembuangan limbah kotoran ayam, agar tidak mencemari udara di sekitar candi. Tapi nyatanya sudah beberapa periode kepemimpinan berganti tetap saja aroma limbah peternakan ini menjadi sahabat akrab bagi pengunjung candi kidal.

sumber Instagram (@setiawan_wing)
sumber Instagram (@setiawan_wing)

Oke, abaikan sedikit perihal ketidakpedulian pihak terkait tentang pengeloaan candi ini. Candi yang bertempat di jalan raya kidal tumpang ini, memang memiliki bangunan yang sederhana bila dibandingkan tetangganya candi jago. Namun sebenarnya bangunan andesit berbentuk ramping ini menyimpan relief cerita yang sangat menarik untuk dihayati. Bernarasi tentang perjuangan seorang anak yang menyelamatkan ibunya dari perbudakan oleh saudaranya sendiri, kisah garudeya sang garuda ini tak ayal sering memancing haru wisatawan saat diceritakan dengan apik oleh pemandu wisata setempat.

Sumber Instagrram (@rakaimatarama)
Sumber Instagrram (@rakaimatarama)

Di Candi Kidal ini sendiri terdapat 3 bagian relief garudeya, yang pertama adalah relief garudeya membawa tiga ular besar, yang kedua menggambarkan garudeya memanggul kendi berisi tirta suci, dan relief terakhir melukiskan garudeya menggendong ibunya diatas kepala. Relief gauredya di candi kidal  ini menurut beberapa literatur termasuk sebagai relief yang terlengkap di Pulau jawa.

Bila anda berkunjung ke tempat ini, cobalah untuk sebentar duduk diantara indahnya taman-taman bunga di sekitar candi. Renungkanlah, sudahkah kita menjadi Garudeya untuk ibu kita ?(prasetyo)