LINGKARMALANG – Tak banyak yang mengetahui bahwa malang merupakan lokasi setrategis yang di incar para penjajah pada saat masa kolonial. Mungkin jika kita bercerita tentang sejarah Malang pada saat kerajaan singasari atau kanjuruhan sudah banyak yang mengetahui hal tersebut. Namun sangat sedikit yang mengetahui betapa banyak peninggalan sejarah pada saat kolonial. Salah satu tempat yang dapat dijadikan tempat menimba ilmu-ilmu tentang sejarah Malang pada saat masa kolonial yaitu Museum Brawijaya. Museum yang dikelola oleh Komando Daerah Militer V Brawijaya ini dapat memberikan informasi betapa pentingnya Malang sehingga mendapatkan serangan bertubi-tubi pada saat masa penjajahan.

Museum yang beralamatkan di Jl. Ijen 25A Gading Kasri, Klojen, Kota Malang tersebut didirikan untuk mengenang perjuangan TKR dan masyarakat Jawa Timur pada saat agresi Militer yang dilangsungkan oleh Belanda. Ikon yang paling menarik dari semua koleksi Museum Brawijaya yaitu gerbong maut. Sedikit bercerita tentang asal mula gerbong yang terpajang di bagian belakang museum ini. jika kita melihat gerbong yang terpajang dengan dominasi baja di setiap sisinya ini tidak ada bedanya dengan gerbong barang lain. Namun pada keterangan yang terpajang rapi di sebelah gerbong tersebut menyatakan bahwa gerbong ini sudah memakan kurang lebih 100 pejuang. Ditengarai gerbong tersebut di gunakan untuk mengangkut para pejuang dari Bondowoso ke Surabaya sebagai alat penyamaran. Tapi gerbong tersebut minim lubang ventilasi udara sehingga dari 100 pejuang yang menumpang gerbong tersebut hanya tersisa 12 pejuang yang selamat.

Selain gerbong maut yang menjadi saksi bisu tragedi yang memakan banyak korban juga ada beberapa koleksi lain yang masih tertata rapi dan ada keterangan tragedi juga tentunya. Mulai dari kendaraan perang yang berdiri gagah di pelataran museum sampai foto-foto masa perjuangan dan foto-foto Malang tempo dulu. Jika para pembaca tergelitik untuk mengunjungi museum yang di khususkan untuk koleksi masa kolonial ini dapat mengunjungi pada hari biasa ataupun pada saat hari libur. (Pungkas.P)