LINGKARMALANG – Walau sedikit telat namun tak ada salahnya jika Lingkar Malang ingin mengulik profil sebuah radio tua yang hingga saat ini masih eksis dalam rangka memperingati hari radio nasional yang selalu di peringati pada tanggal 11 september. Bagi Nawak Lingkar Malang yang belum tahu, Hari radio Nasional ini diperingati warga Indonesia dalam rangka mengenang hari lahirnya Radio republik Indonesia 72 tahun silam.

Radio yang lahir pada tahun 1968 ini berjudul Radio Senaputra, pada awalnya Radio ini ingin memfokuskan dirinya pada bidang informasi seputar seni budaya dan pariwisata di Malang Raya. Tapi pada penjalanannya radio senaputra ini baik disadari maupun tidak disadari telah memiliki arutpanes (sapaan bagi loyalis pendengar senaputra) pada setiap program acaranya

Penggemar Musik Bising Kota Malang

Radio Senaputra walau hadir dan diciptakan untuk memperkenalkan seni dan budaya Kota Malang, namun radio ini ternyata bisa memukau para penggemar musik rock Kota Malang. Radio Senaputra ini termasuk salah satu radio punggawa yang berani membawakan musik-musik ber-genre keras dalam salah satu programnya. Didampingi oleh host bersuara berat Ovan Tobing radio ini semakin menjadi idola rocker lokal Malang raya.

Bicara Santai di Ngeledom

Setiap senin hingga jumat di pagi hari, Ngledom menjadi acara dan ajang para pendengar radio Senaputra ini untuk bersantai. Masih dibawakan oleh penyiar kawakan Ovan Tobing, Ngledom akan membawa pendengarnya untuk mendengarkan celoteh lucu yang kadang diselingi oleh bahasa walikan yang pada saat itu masih jarang digunakan oleh warga Malang. Walau terdengar menggelitik namun asik acara Ngledom ini tak jarang menjadi inspirasi warga malang karena selipan-selipan muatan moral yang dibawakan secara implisit oleh si presiden republik Ngledom alias Ovan tobing itu sendiri.

Bos Balbalan Bos…

Bos Balbalan Bos… suara Sam TW yang khas dengan akhir yang menggantung hingga saat ini masih melekat di otak para penikmat radio Senaputra. Terbukti radio Senaputra bisa berkarya dengan program- progam yang istimemewa di para pendengarnya. Tak hanya musik keras, ataupun celotehan lucu di Ngledom, acara Bos Balbalan Bos ini juga merupakan acara yang sangat ditunggu oleh penggila bola se Malang Raya. Beberapa istilah unik dan nyeleneh yang diciptakan Sam TW tak ayal sering ditiru oleh para penggemarnya.

Memang tim lingkar Malang belum pernah melakukan survey, namun  bisa dijamin para pendengar saluran FM ataupun AM saat ini berkurang drastis tertindas oleh siaran Youtube maupun berbagai media sosial yang kini lebih digemari. Bagi penulis yang besar di masa Friendster masih berjaya dan Facebook masih dalam angan-angan Mark Zuckerberg, kadang mendengarkan ocehan penyiar sembari membayangkan bagaimana ekspresi mereka saat berceloteh adalah ke kangenan yang hakiki dan tak bisa terucap dengan kata-kata  (Prasetyo.K)