Lingkarmalang.com, Umbi Kawi – Entah sudah berapa tahun yang lalu kemunculan ubi Gunung Kawi yang biasa disebut telo Gunung Kawi merebak luas di masyarakat sekitar Kepanjen. Yang jelas hingga saat ini masih banyak penjual ubi jalar khas Gunung Kawi di sepanjang jalan dari Gunung Kawi sampai ke perempatan Kepanjen. Penjual ubi ini masih setia dengan barang yang dijajakan karena masih adanya permintaan, memang tidak terlalu signifikan namun tetap ada saja pembeli setiap harinya.

Memang selalu ada keistimewaan yang tersembunyi di ubi tersebut. Memang dari luar sama dengan ubi lain yang berasa biasa saja. Namun jika ditilik lebih dalam ada sedikit berbeda dengan ubi ini. Bentuknya pun lebih kecil dari pada ubi pada umumnya. Apa lagi jika diteliti lebih dalam lagi seperti rasanya, yang memang lebih manis karena ada kandungan madu di dalam ubi tersebut. Karena kayanya unsur hara tanah Gunung Kawi yang memberikan kebaikan lebih seperti manisnya ubi ini.

Memang untuk menghadirkan madu yang keluar tidak serta merta memasaknya seperti lumrahnya memasak ubi, harus ada perlakuan khusus untuk menghadirkan cita rasa yang legit. Awalnya telo di kukus sampai matang, sekitar 20-30 menit pas ubi sudah matang pindahkan ubi ke wadah tertutup yang sudah dilapisi daun pisang. Diamkan sejenak sekitar 10 menit untuk mengeluarkan rasa madu dan uap yang dapat mengurangi legitnya madu. Setelah itu ubi siap dihidangkan dengan kulit ungu nan mengkilap karena efek warna dari madu yang keluar.

Jangan sampai salah juga dalam memilih ubi Gunung Kawi, bisa-bisa anda mendapat zonk ketika menyantap ubi yang anda beli. Seperti yang Lingkar Malang telah bahas di atas, secara kasat mata ubi Gunung Kawi lebih kecil ketimbang ubi kebanyakan. Selain itu, ubi ini kulitnya berwarna ungu namun dalamnya berwarna putih. Sebaiknya anda ketika membeli menanyakan apakah ubi tersebut, ubi Gunung Kawi atau bukan. Jangan khawatir, setiap penjual pasti jujur menjajakan barang dagangannya.

Sedikit tips dalam pemilihan ubi ketika membeli, sebaiknya memilih ubi yang kulitnya mulus. Karena jika kulitnya sudah bekas gigitan serangga tanah dapat dipastikan rasanya kurang ciamik. Juga sebaiknya yang dimasak ubi yang sudah kering, agar kadar airnya berkurang dan lebih terasa madunya. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna biasanya ubi dijemur dahulu sebelum dimasak.