LINGKARMALANG – Menurut kabar anginnya, nama Desa Kungkuk berasal dari percakapan beberapa pemuda desa yang mengawali babat alas di daerah ini.  Kata “engkuk-engkuk dhisik “ (nanti- nanti dulu) karena masih ingin bersantai menikmati panorama alam di punggungan bukit saat beberapa teman yang lain mengajak pulang, akhirnya menjadi sebutan lokal untuk mempermudah menyebut daerah ini.

Kampung wisata Kungkuk kini sudah bukan nama yang asing khususnya bagi pecinta olahraga gowes dan penikmat hobi minat khusus nge-trail. Beberapa waktu silam memang nama  kampung wisata kungkuk ini hangat diperbincangkan oleh para penggiat sepeda balap downhill. Bagaimana tidak, tak seperti pada umumnya event downhill  yang digelar dari pagi hingga sore hari.  Event yang diadakan pada 29 maret 2015 tahun lalu ini memang mengusung konsep yang unik. Seperti nama eventnya “Urban Night Race”, para peserta disuguhkan sesuatu yang berbeda yaitu mereka dipaksa untuk menguji nyalinya untuk ber-Downhill pada malam hari. Tak cukup sampai disitu ada satu kejutan lagi yang hanya bisa ditemui di event ini, yaitu para peserta downhill tidak hanya melulu bertemu dengan tanah dan kerikil sebagai rutenya namun juga menjajal keahliannya melewati gang-gang sempit dan memasuki rumah warga.

Diluar track sepeda downhill, dan trail, kampung ini juga menyuguhkan pemandangan alami yang bisa dinikmati sembari trekking dan hiking. Rangkaian pohon pinus nan indah serta berbagai kebun dan sawah warga menjadikan kampung ini sangat cocok untuk warga perkotaan yang ingin sejenak menyepi  dari ruwet-nya hingar bingar perkotaan. Jangan khawatir ,disini juga tersedia Homestay dengan harga yang sangat terjangkau  bagi Nawak Ngalam yang ingin menikmati kampung wisata yang terletak di desa Punten Bumiaji ini lebih dari satu hari. (Kartiko.P)