Kota identik dengan bangunan tinggi dan segala fasilitas canggih nan modern di dalamnya. Namun terdapat tempat yang sudah jarang ditemukan di kota yakni “kampung kota”,sepersil keserhanaan di tengah hingar bingar kota.  Kampung Muharto kecamatan Kedungkandang misalnya. Di kampung ini jarang sekali rumah yang dibatasi pagar di depannya. Sehingga memudahkan orang yang berdomisili disana untuk bersosialisasi dengan tetangga. Kampung ini memiliki rumah yang rapat antar rumah tetangga dan memiliki jumlah penduduk yang padat. Maka jarang sekali kalau kampung ini memiliki ruang terbuka hijau.

Dulu kampung ini masih bergantung pada sungai untuk kegiatan MCK (masak, cuci, kakus).  Namun limbah-limbah pabrik dan limbah rumah tangga makin lama semakin mencemari air sungai sehingga tak layak untuk dipakai dan warga pun enggan untuk bergantung lagi padanya. Karena sungainya yang kotor,  kampung ini juga disebut kampung kumuh namun belum dipoles agar menarik hati seperti Kampung Warna-warni Jodipan. Semoga suatu saat.

Memang tak ada fasilitas umum seperti gedung pertemuan,  gedung olahraga khusus untuk warga seperti di perumahan- perumahan pada umumnya. Namun mereka dengan senang hati menjadikan teras dan jalan depan rumah untuk bersosialisasi, tempat kumpul maupun acara kegiatan seperti tahlilan. Hanya pos kamling berukuran 2×3 meter untuk empat RT,  itu pun jarang digunakan dan ruangannya harus berbagi dengan tempat perlengkapan mengurus jenazah warga dan dibutuhkan sewaktu-waktu.

Warga di sini memiliki budaya heterogen,  berbagai suku hadir dan bertetangga tanpa membeda-bedakan. Hal tersebut diperkuat dengan adanya acara PKK untuk ibu-ibu, tahlilan malam kamis untuk bapak-bapak,  dan karang taruna untuk pemuda-pemudi. Tak jarang mereka kompak dalam memeriahkan suatu acara seperti HUT RI seperti sekarang. Para warga beramai-ramai mengikuti bersih kampung, mengecat jalan,  memasang bendera dan persiapan pentas seni dan dananya di dapat dari iuran sebanyak 1.000 rupiah per bulan dan di kumpulkan selama 11 bulan dari tahun kemarin,  mengingat mayoritas warganya berpenghasilan menegah kebawah. Semoga suatu saat kampung ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan dapat meningkatkan identitasnya seperti kampung warna-warni. Amin #lingkarmalang #artikel

IG : @fitryatika

Area lampiran