LINGKARMALANG – Malang tidak bisa dipungkiri adalah Kota yang sarat dengan sejarah. Kota ini pernah menjadi saksi akan berbagai peristiwa yang tercatat sebagai sejarah nasional. Mulai dari keperkasaan kerjaan singosari, hingga luluh lantaknya bangunan kolonial dalam peristiwa Malang Bumi hangus.

Salah satu ikon sejarah yang masih terjaga di kota Malang adalah candi. Malang bisa dikatakan cukup kaya dengan bagunan suci bernama candi. Berbagai literatur banyak menyajikan data yang bebrbeda tentang keberadaan jumlah candi di Malang. Untuk itu tim Lingkar Malang bersama dengan nawak ngalam,  melakukan tour singkat sekaligus belajar bareng tentang sejarah dan budaya yang melekat di Candi, pada pertengahan bulan Mei silam.

Dari hasil jalan-jalan santai ini, kami menemukan sebanyak 7 candi yang masih bagus dan layak untuk dijadikan aset wisata, yaitu candi Singosari, Candi Jawar, Candi Badut, Candi Songgoriti, Candi Jago, Candi Kidal, Candi Sumberawan. Dimana 6 candi adalah candi hindu dan sisanya candi sumber awan adalah candi budha.

Ada satu keunikan yang sempat kami temukan . walaupun mempunyai cerita dan fungsi serta jaman yang berbeda namun ada satu kesamaan di setiap candi hindhu yang kami hampiri. Sebagian besar di pintu candi menampakkan muka sesosok raksasa yang garang lengkap dengan taring menantang dan posisi kedua tangan mengacungkan kedua jari seperti lambang peace yang dikatupkan.

Menurut beberapa juru kunci penjaga candi, sosok teresebut bernama Kala. Fungsi kala di setiap candi adalah sebagai penjaga. Namun dalam beberapa literature disebutkan pula bahwa arti kala dalam Bahasa jawa adalah waktu, sedangkan sosok Kala sendiri diartikan sebagai dewa penjaga waktu. Konon hampir semua candi menempatkan sosok kala di pintu masuk untuk mengingatkan manusia bahwa waktu selalu berjalan dan kita semua nantinya akan habis dimakan oleh waktu. (Praseyo.K)