Lingkarmalang.com, Potong Rambut – Batu tak lama untuk bertransformasi menjadi kawasan wisata. Semenjak memilih untuk menjadi kota sendiri (tak bergabung dengan kabupaten Malang) seakan wajah kota berubah. Yang dahulunya sangat minim penataan kini mulai ditata dengan baik. Alih-alih merobohkan bangunan lama, Pemkot Batu membuat bangunan baru dan membiarkan bangunan lama.

Seperti pada pos kamling yang ada, mayoritas pos yang difungsikan untuk penjagaan itu, kini berupa buah-buah yang berbentuk raksasa. Sedangkan pos lama dibiarkan begitu saja, hal ini menjadi rezeki nomplok bagi para wiraswasta yang tidak punya tempat usaha. Mulai penjual toko kelontong sampai tukang cukur rambut. Mereka menempati pos kamling karena memang pos tersebut tidak terpakai.

Pada Jalan Agus Salim Kelurahan Sisir contohnya. Sepanjang jalan ini dapat ditemukan para tukang cukur rambut yang menempati pos kamling ataupun bangunan petak sewaan. Selayaknya tukang cukur lainnya dengan bermodal kursi, alat cukur dan cermin mereka bekerja. Akhir-akhir ini bermunculan pula barbershop yang lebih eksklusif dari tukang cukur rambut biasa.

Entah mulai tahun berapa sepanjang jalan ini dipenuhi tukang potong rambut. Pasalnya jumlah kedai barbershop di jalan ini -mulai alun-alun sampai kuburan Sisir- mengalahkan jumlah penjual jagung susu  keju (jasuke) di sekeliling alun-alun Batu. Terbayang bukan, betapa banyaknya tukang cukur rambut yang ada di sini. Sangat unik memang Kota Batu ini. Secara tidak langsung tradisi mereka akan mengikuti kebijakan pemerintah.

Para pencukur rambut yang kebanyakan merupakan warga asli Kelurahan Sisir ini biasanya mulai beroperasi pada pagi sampai sore. Beda halnya lagi dengan barbershop, karena kebanyakan pemiliknya bukan warga asli sana, mereka memilih membuka agak siang dan tutup sekita jam 8 malam. Memang kalau boleh meng-klaim di sepanjang Jalan Agus Salim ini bisa dikatakan sebagai kampung cukur rambutnya Batu.