Lingkarmalang.com, Jodipan Kota Malang – Beberapa minggu terakhir ini perhatian warga kota Malang tertuju pada sebuah kampung di bantaran sungai Brantas daerah Jodipan. Kampung yang tahun lalu juga sempat menyita animo kawula Muda Kota Malang karena kreativitas warganya dengan mengecat kampung ini menjadi warna warni, kini tampil dengan wahana barunya bernama jembatan kaca.

Sebenarnya fungsi utamanya adalah menyambungkan dua kampung yang paling hits di Kota Malang yaitu Kampung Warna Warni dan Kampung 3d. Namun seperti biasanya, kampung ini tak ingin memberikan fasilitas yang hanya biasa-biasa saja. Alhasil bukan jembatan besi yang kokoh ataupun jembatan bambu yang eksotik terbuat, melainkan jembatan dengan kaca sebagai dasarnya yang dijadikan pilihan sebagai alat penyambung kedua kampung tersebut.

Walau tak semegah dan sepanjang jembatan kaca yang ada di Zhangjiajie, Hunan China. Jembatan kaca ini cukup menantang adrenaline Nawak Lingkar Malang yang berkunjung. Dengan panjang 25 meter dan ketinggian 9,5 meter jembatan kaca dengan panorama sungai yang terpampang dibawahnya ini memberikan sensasi seperti berjalan di tepian jurang yang dalam. Buat nawak Lingkar Malang yang punya phobia terhadap ketinggian silahkan pikirkan berkali-kali bila ingin men-jajal jembatan kaca Jodipan ini.

Yang lebih seru lagi walau telah terbukti mengundang perhatian banyak wisatawan, untuk melintasi jembatan ini tidak dikenakan tiket khusus. Jadi dengan berbekal tiket masuk kawasan wisata kampung Warna Warni Jodipan seharga Rp 2000,- kita sudah dapat menguji keberanian untuk melintasi jembatan kaca ini. Yang perlu diketahui juga oleh Nawak Lingkar Malang, Jembatan ini hanya kuat menahan 50 orang secara bersamaan dalam satu waktu. Jadi Nawak Lingkar Malang harap bersabar dan mau mengantre juga ya bila ingin menyeberang di jembatan ini, agar keselamatan kita semua terjaga dan bisa sama-sama merasakan asyiknya berjalan di atas jembatan kaca. (Kartiko)