Reenactor Malang

LINGKARMALANG – Siapa sangka ditengah ramainya klakson  jalan raya sumbersari, terdapat sebuah kampung yang menjadi saksi bisu tentang perjuangan Gerilya Rakyat Kota melawan penjajah. Tepatnya di dukuh Tawangsari kelurahan sumbersari, sebuah rumah pernah menjadi markas komando Gerilya Rakyat Kota yang sempat juga dihuni dan disinggahi oleh Hamid Roesdi dan Sumitro dua orang pejuang kebanggaan pembela tanah Malang pada masa kolonial.

Sekelompok pemuda gang tiga sumbersari yang enggan melupakan sejarah, mencoba membangkitkan ingatan akan beragam peristiwa yang pernah menerpa Kota Malang di masa penjajahan. Mengangkat tema “reka ulang kampung sumbersari di masa lampau” kampung yang sehari-harinya digunakan sebagai tempat “sliwar-sliwer” mahasiswa, disulap menjadi festival kampung sedjarah yang menghadirkan beragam rupa dan warna nuansa tempo dulu .

Reenactor Malang

Festival yang berjalan mulai dari tanggal 21-24 April ini menampilkan banyak acara, mulai dari stand pasar tradisional, stan pameran replica senjata tantara jaman colonial, pemutaran film sejarah hingga yang paling ditunggu adalah drama pertempuran gerilya yang dimainkan oleh komunitas Reenactor Malang.

Acara yang dibuka oleh Walikota Malang ini, bukan kali pertama diselenggarakan oleh dukuh tawangsari. Festival kampung sedjarah ini adalah festival kedua, hanya momentumnya saja yang berbeda. Tahun lalu festival ini diselenggarakan dalam memeriahkan lomba kampung tematik di Kota Malang. Sedangkan tahun ini festival ini kembali digelar untuk mengukuhkan kampung tawangsari sebagai kampung tematik yang mengusung tema sedjarah colonial.

Reenactor Malang

Konsep kampung ini belum 100 persen diaplikasikan, nantinya di dalam kampung ini akan ada museum replika segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah masa colonial. Dan juga akan ada pembeharuan lingkungan kampung, sehingga nuansa masa peperangan bisa dirasakan oleh para pengunjung.

Mau tau gimana nanti jadinya kampung sedjarah di tengah kota ini? Tunggu tanggal mainya ya…

(KartikoTiko)