Lingkarmalang.com, Belut Kalpataru – Kehadiran kuliner di kota yang padat populasi mahasiswanya seperti Malang ini sangat menjanjikan. Ragam olahan pangan mulai yang tradisional sampai modern tersedia. Selain karena faktor konsumen yang dapat dipastikan tetap ada, juga karena kreatifitas penjual yang ingin membuat produk baru dalam olahan pangan.

Salah satunya yaitu belut goreng yang ada di Jalan Kalpataru, sekilas memang terlihat warung pinggir jalan biasa. Dengan 3 menu saja yang terpampang di kain kuning -sebagai ciri khas lalapan di Malang- warung ini dapat menarik minat pengunjung. Kebanyakan pengunjung yang datang sudah datang pada sebelumnya alias pengunjung balen. Selain pelanggan yang sudah menganggap langganan lama, kebanyakan yang berkunjung ke sini teman dari pelanggan lama. Istilah beken-nya dari mulut ke mulut mereka mulai naik daun.

Terlepas dari penampilan biasa tersebut ada pengunjung yang terbilang sangat ramai, berbanding terbalik memang warung pinggir jalan yang di-manage oleh pemuda berlogat Madura ini. Meskipun penampilannya sederhana dan duduknya hanya beralas karpet, rasa masakannya memang sangat enak. Sangat berbeda dengan warung lalapan lain, jika anda menemukan daging yang berselimut tepung krispi di warung lain, lain halnya dengan warung yang terletak tak jauh dari perempatan jl. Kalpataru dan Jl. Cengger Ayam ini. Anda akan menemukan lalapan ayam, lele dan belut yang dicelup ke tepung cair ala kadarnya dan digoreng.

Cara menggorengnya pun tak hanya pada satu wajan. Menggorengnya secara bertahap, dari wajan awal yang memiliki tingkat kepanasan sedang, lalu digoreng pada wajan berikutnya yang memiliki tingkat kepanasan yang tinggi. Hasilnya dapat terbayang sudah, bagaimana olahan pangan yang akan dihasilkan begitu krispi. Tertarik? Sediakan uang 15 ribu rupiah saja untuk menikmati krispinya olahan pangan yang tersaji.