LINGKARMALANG – Gunung di Malang memang tak ada akhirnya jika dibuat deskripsi secara terperinci. Karena sangking banyaknya sampai-sampai ada julukan lawas yang menyatakan malang adalah Swissnya Jawa. Dengan kondisi kota yang di kelilingi pegunungan seakan menjadi tameng bagi Kota Malang. Nah salah satu gunung yang menjadi langganan para pendaki luar kota yaitu Gunung Arjuno. Sebetulnya para pendaki lebih akrab dengan nama Arjuno welirang. Dua-duanya merupakan nama gunung, kedua nama tersebut sering bersanding karena para pendaki biasanya menggandengkan pendakian mereka pada dua gunung yang bersebelahan tersebut.

Arjuno sendiri merupakan gunung non aktif yang memiliki ketinggian 3.339 meter diatas permukaan laut. Di gunung yang didominasi dengan vegetasi hutan hujan ini Nawak Lingkar Malang dapat menikmati anugerah Tuhan yang diberikan kepada Kota Malang. Untuk jalur pendakian sendiri dapat melalui berbagai gerbang. Dari sebelah utara dapat melalui gerbang pendakian Tretes namun harus melalui Gunung Welirang dahulu. Untuk arah timur dapat melalui Kebun Teh Lawang. Jika dari arah barat dapat melalui Wana wisata Cangar Batu. Jika anda dari arah selatan dapat melalui Kecamatan Karang Ploso. Di Gunung Arjuno ini menjadi langganan pendaki pemula ataupun pendaki kawakan. Karena dari berbagai jalur yang dapat di lewati tersebut dapat dipastikan juga level nya juga beragam.

Selain itu Gunung Arjuno ini juga memiliki mitos yang lumayan beragam. Pernah dimitoskan sebagai gunung yang suci, karena gunung ini adalah salah satu tempat pertapaan salah satu tokoh pewayangan yang bernama Arjuna. Maka dari itu tak jarang raja-raja dari kerajaan Majapahit dan Singhasari bertapa disini. Selain untuk menenangkan diri juga untuk mencari pencerahan atas masalah dinegeri yang ia pimpin. Maka dari itu jika Nawak Lingkar Malang akan mendaki gunung ini hendaknya tidak berulah yang tidak pantas seperti membuang sampah tidak pada tempatnya. (Pungkas.N)