Goa Tetes Cerita Umak  Lingkarmalang.com – Mayoritas wisata goa adalah lubang didalam tanah atau batu yang dimana goa
tesebut buatan manusia atau goa alami yang sudah ada sejak zaman dahulu.
Wisata alam yang bernama Goa Tetes tidak seperti goa pada umumnya karena
dikelilingi oleh air terjun atau coban dalam bahasa Jawa dan letaknyapun dibawah
air terjun tesebut. Konon nama Goa Tetes diambil dari air yang dibawa oleh arus
merembes masuk kedalam goa, rembesan tersebut menetes melalui dinding goa,
hal itulah yang melatarbelakangi wisata yang masih tebilang alami ini.
Perjalanan ekstra dibutuhkan untuk menuju goa, namun perjalanan tidak akan
terasa melelahkan karena wisatawan akan disuguhi pemandangan yang
memanjakan mata selama perjalanan berlangsung. Perjalanan memakan waktu
kurang lebih 30-45 menit, tergantung kecepatan wisatawan jalan kaki. Medan
perjalanan harus dilalui dengan hati-hati karena track licin. Setiap langkah akan
terbayar setelah sampai, pemandangan alam yang luar biasa. Stalagmit dan
stalagtit menghiasi pula ornamen dalam goa, serta tumbuh-tumbuhan yang hijau
menyempurnakan panorama khas wisata alam ini, membuat siapa saja yang
melihatnya pasti ingin mengabadikan setiap momen pada Goa Tetes ini.
Secara letak geogafis Goa Tetes masuk wilayah Kabupaten Lumajang, tepatnya
Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Wilayah tersebut
bersebelahan dengan wilayah Kabupaten Malang yaitu Kecamatan Ampelgading.
Tak jauh dari lokasi Goa Tetes ada pula Air Terjun Tumpak Sewu yang namanya
sudah terkenal dan disebut-sebut Air terjun mini Niagaranya Indonesia, masih
satu rute perjalanan. Jika menuju lokasi wisata dari arah Kota Malang dengan
menggunakan sepeda motor maka kurang lebih membutuhkan waktu sekitar dua
jam.
Bandrol tiket masuk ke Goa Tetes terbilang merakyat karena cukup dengan
merogoh kocek Rp. 3.000 ditambah biaya parkir kendaraan Rp. 5.000 sudah dapat
menikmati seluruh rangkaian keindahana wisata alam ini.
Perlu adanya pengembangan khusus untuk memenuhi fasilitas pada areal wisata
dan strategi pomosi, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara, sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat
sekitar lokasi wisata. Adanya kerjasama antara tokoh masyarakat, desa dan
pemerintahan seperti dinas pariwisata dibutuhkan untuk pembangunan wisata
alam seperti ini, sehingga adanya Goa Tetes dapat menjadi berkah dan
mengoptimalkan pendapatan baik warga lokal maupun desa. Selain itu dapat
mengangkat nama Desa tersebut sehingga dapat dikenal luas oleh publik.