Lingkarmalang.com, Singosari –  Festival merupakan hal yang sangat lumrah dilakukan di Kabupaten Malang. Dengan tema-tema tertentu dari berbagai daerah pula. Kali ini rupanya kabupaten tak mau kalah dengan festival yang digelar oleh kota Malang. Dengan menggelar dua festival secara bersamaan pada hari yang sama Kabupaten Malang berhasil menggebrak kemeriahan dan menyajikan hiburan seru bagi para pengunjung pastinya.

Pada hari sabtu dua kecamatan di kabupaten mengadakan dua karnaval yang sangat unik. Yaitu kecamatan songosari yang mengadakan festival lampion dan kecamatan gondanglegi yang mengadakan event serupa bertajuk pesona budaya. Sangat menarik untuk mengikuti salahy satu sari acara yang di adakan dua kecamatan tersebut. Kebetulan lingkar malang menyempatkan bermalam minggu dengan melihat pawai lampion yang diadakan Kecamatan Singosari.

Dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Malang ke 1257 menjadikan latar belakang acara tersebut diselenggarakan. Pawai dimulai dari SMK Plus Al-Maarif yang terletak tidak jauh dari lokasi finish yang berada di Lapangan Singosari. Pada saat pawai antusiasme warga terlihat sangat mencolok, terlihat dari intensitas kemacetan di sepanjang jalur pawai yang berliku. Diawali dari SMK Al-Maarif, berbelok ke Jl. Kendedes lalu berlanjut ke jl. Kertanegara, Jl. Ronggolawe, Jl. Masjid, Ronggowuni, dan berakhir pada Jl. Tumapel. Dengan jalan berliku tersebut diharapkan tidak sampai mengganggu jalan utama yang setiap weekend pasti macet.

Keunikan dari pawai satu ini yang mengusung lampion menjadi objek pamerannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer sekitar Malang. Terbukti beberapa fotografer terlihat wira-wiri dengan kamera yang ditenteng. tak hanya warga sekitar Singosari dan fotografer saja yang disuguhkan hiburan para penjaja kaki lima juga mendapatkan berkah tersendiri. Meskipun mulai start jam 7 para warga seakan sudah dikomando untuk datang lebih awal dan memadati lokasi terselenggaranya acara. Seakan pawai lampion pada malam minggu tersebut sudah menjadi obat penawar interaksi antar warga secara langsung tanpa  melalui gadget. (Pungkas)