Lingkarmalang.com, Hotel Tugu  – Kota malang menyimpan ceritanya sendiri. Seorang perempuan keturunan Cina yang dulu pernah menjadi terkenal di jamannya, Oui Hui Lan. Mungkin satu-satunya peninggalan Oui Hui Lan yang masih tersimpan rapi dan tak lekang dimakan jaman adalah sebuah lukisan usang yang menjadi salah satu penghuni di Hotel Tugu Malang. Sorot mata dan senyum misterius perempuan berambut panjang ini menyimpan seribu arti.

Kehidupan Oui Hui Lan kecil begitu sempurna, ayahnya oei tiong ham merupakan salah seorang terpandang yang menjadi sekutu Belanda waktu itu. berbekal kemampuan dagang yang mumpuni dan jaringan yang luas, bisnis candu, kopra, dan gula semakin berjaya. Laiknya anak-anak Oui Hui Lan sangat senang jika ayahnya membelikan mainan atau oleh-oleh selepas pergi bekerja. Rumah mereka yang amat luas, membuat Hui Lan kecil selalu berlarian setiap hari.mirip seperti putri raja oei hui lan kecil tak pernah jauh dengan gelimangan harta walau masih kecil. Ibu oei hui lan bernama Goei Bing Nio, sang ibu adalah sosok pribadi yang sangat tergila-gila pada tahta dan derajad. Hal ini berimbas pada masa depan anaknya dimana Hui Lan kecil diharapkan kelak tidak menikah dengan kalangan biasa.

Singkat cerita Oei Hui Lan menikah denga seorang diplomat yang dijodohkan oleh ibunya bernama Wellingtong Koo. Kehidupan nya sedikit berubah setelah menikah. Hui lan tak lagi bisa semena-mena menghamburkan uang, ia harus belajar mandiri dan menyesuaikan dengan kondisi keluarganya saat itu. walau dari luar tampak bahagia sebenarnya nasi keluarga hui lan dan koo ini tak seperti yang telihat, Welingtong Koo lebih mencintai pekerjaan dan china dibanding istri dan keluarganya.

Kisah nestapa yang menghampiri tak berakhir disini, 5 tahun setelah pernikahannya ayah tecintanya tutup usia. Hal ini ternyata berdampak buruk pada kehidupan keluarga besar Oei Tiong, para anak saling berebut untuk mendapatkan harta warisan. Belum lagi pada akhirnya seluruh asetnya dinasionalisasi oleh negara pada pemerintahan Soekarno sehingga hidup Hui lan yang dulu begelimang harta harus berputar 180 derajad.

Banyak yang bertanya hingga menyalah artikan siapa sosok berambut panjang dalam lukisan yang terpampang di hotel Tugu ini. Walau lukisan di pojok hotel yang cukp tua di Malang ini terkesan beraroma mistis, namun sebaliknya didalam sorot tajam dan ekspresi muka yang misterius itu terdapat sebuah kisah dramatis yang mempunyai makna bahwa harta tak selamanya abadi dan tak selamanya pula memberikan kebahagiaan. (Kartiko)