Dan kawan,

bawaku tersesat

Ke entah berantah, 

tersaru antara nikmat atau lara…

– banda beira

Siang itu pukul 14.30 , waktu bumi arema kalok kata orang malang

Kami tiba diwonosari dan kami sendiri masih bingung Wonosari termasuk wilayah mana, Karena menurut wawancara kami dengan warga setempat Buduk Asu ikut wilayah Singosari. Setibanya kami di Wonosari kami tiga orang laki-laki langsung menuju loket tiket ,Harganya cukup terjangkau Rp 10.000 per kepala dan Rp 2.000 per sepeda motor. Seharusnya bisa saja gratis kalau kita berpakaian seperti warga setempat ,tapi apa salahnya juga membayar toh kita ikut menikmati berbagai fasilitas.

Setelah mulai memasuki wilayah Wonosari kami wara-wiri menanyakan arah jalan menuju Budug Asu yang ternyata cukup sulit jalannya,Kesadaran kami kesorean pun tidak menyurutkan kami untuk melangkahkan kaki ketempat yang baru-baru ini sering masuk lingkar malang.

Di tengah perjalanan, kami mencoba bertanya ke seorang warga penjual bakso dipujasera wonosari kami diberi arahan dan digambarkan peta agar tidak salah jalan, konon katanya ada jalan larangan yang tak boleh dilewati, kami nurut- nurut saja karena mereka lebih tau daerah ini , kami disarankan segera kembali pulang jika tidak ingin pulang larut malam, karna belum ada pencahayaan disepanjang jalan tersebut , prediksi kami akan sampai kembali sekitar pukul 19.00 , karna menurut warga setempat perjalanan kurang lebih 2 jam.

Pukul 14.45 kami memulai perjalanan

Sepanjang perjalan sekitar satu kilo meter pertama kita akan disuguhkan dengan kebun teh yang sangat terawat, walau kadang ditengah kebun ada sosok dua pasang anak muda yang dimabuk cinta.Kami terus berusaha jalan secepat mungkin. Disetiap perjalanan kami bertemu dengan para wisatawan yang sudah turun dan setiap kami bertanya mereka menjawab “masih sekitar 2 jam lagi mas”.

Kami berjalan sambil menelan ludah betapa telatnya perjalanan ini. Untung dimusim penghujan yang biasanya turun hujan disore hari, pada saat itu lagi cerah – cerahnya dan tidak turun hujan sama sekali hehe. Lima belas menit kami berjalan tiba-tiba kami mendengarkan suara jeep dari arah belakang kami, dengan harapan dibarengi untuk naik kami berdoa masing masing hehe ,

Ehh alhamdulillah ya rejeki gak kemana, Tiba-tiba jeep itu berhenti disebelah kami menawari kami bertiga untuk naik bareng , lumayan lah  pertama kali merasakan naik jeep dijalan yang sangat terjal, masnya katanya udah setiap hari naik turun jalan itu jadi udah kayak pakarnya lah .

Sekitar 20 menit kami berkendara kami akhirnya tiba di pos tempat jeep itu berhenti , lumayan tinggal naik sekitar satu kilo lagi . Ditanjakan satu kilo terakhir ini yang paling berat medannya karna jalanannya menanjak dan ledok “berlumpur” . Lumaayan setibanya dipuncak budug asu kami langsung menghela nafas untuk Menikmati indahnya pemandangan sambil melihat beberapa orang asik mengambil foto yang akhirnya kamipun tak mau kalah hehe

Kami menghabiskan waktu sekitar 30 menit menikmati puncak. Gak akan nyesel lah walau capek. Ada beberapa spot foto yang sangat bagus. Sayangnya kami tak sempat abadikan karena sangking asiknya menikmati pemandangan

Sepulangnya kami turun berharap dapet tebengan.

Yah mungkin bukan rejekinya tapi ternyata dapet beberapa hikmahnya. Banyak pemandangan indah dikanan kiri selama perjalanan yang akan sangat asik kalok dilakukan dengan jalan kaki, terdapat spot foto yang sangat bagus. Mungkin kalok kita gak jalan kaki gak akan kepikiran buat foto hehe.

Loc : budug asu , by : ig: andrereynaldy_