Lingkarmalang.com, D’Kross Band – Blantika musik Malang memang sudah tidak dapat diragukan lagi ketenarannya. Mulai dari band lebel yang bernaung di bawah studio ternama sampai band indie yang harus berjuang dan promosi sendiri. Salah satu band indie yang wajib untuk dikenal warga Malang yaitu D’Kross. Ketenarannya ditengarai karena lirik-lirik yang mereka nyanyikan acap kali mengguncang stadion.

Jangan heran dulu kenapa yang diguncang bukannya panggung malah stadion. Karena beberapa musik yang mereka ciptakan rasanya lebih untuk memacu semangat Aremania. Semua suka-duka Aremania sering tercurahkan dalam lirik-liriknya. Band yang digawangi oleh Ajeng, Ocep, Indra, Adhet, Ukee, Bononx dan Ayit mulai meluncurkan album di tahun 2007.

Awal cerita terbentuknya band suporter ini adalah saat Ade Herawanto yang gemar bermusik dan Aremania, ingin membuat band yang menyanyikan lagu tentang suporter. Maka pada tahun 2007 mulailah merilis dan menulis lagu-lagu tentang Aremania. Hingga sampai saat ini genap sudah 11 tahun D’Kross menjadi pelengkap warna biru yang kental dengan Aremania.

Ada enam album yang sudah diluncurkan, album terakhir diluncurkan saat ulang tahun Arema ke-40. Tepat sejak saat itu seperti sudah paten nama band ini berjalan bersama Aremania.

Perlu diketahui pula nama D’Kross juga menjadi komunitas boxing. Lagi-lagi pak Ade Herawanto yang menjadi promotornya. Jika yang satu ini memang diarahkan ke olahraga tinju, berangkat dari keresahan beliau. Malang sudah genap dua dekade tidak pernah menjuarai olahraga tinju. Dari sanalah bibit-bibit atlet tinju mulai dibina. Bahkan demi memeriahkan dan menaikan pamor olahraga tinju, beliau rela menggelar pertandingan tinju di pusat perbelanjaan.

Memang satu nama dapat berbuah berbagai hal, jika di Malang satu nama D’Kross berbuah nama band dan grup boxing. Namun dari kedua nama tersebut rasanya ada persamaan, bukan sang pembinanya, namun dua-duanya pernah mengharumkan nama Malang di kancah nasional. Rasanya warga Malang patut mengapresiasi hal tersebut. Mengapresiasi nama tak ada salahnya, jika dua-duanya memang memiliki kiprah.