Lingkarmalang.com, Halokes – Kali ini Lingkar Malang diundang SMK Widya Dharma untuk menjadi pemateri dalam Sistem Komunikasi Digital. Mungkin karena kadar kekecean kami yang sudah melebihi tingkat dewa menjadikan pak Davis terlena untuk mengundang kami. Tapi sayangnya hal tersebut kemarin masih belum diakui, lantaran masih sibuk untuk memaksa siswanya suntik imunisasi Divteri.

Terlepas dari itu, kemarin kami sudah menjelaskan panjang lebar tentang cara mencari uang dari sosial media. Seperti harapan yang diminta oleh pak kepala sekolah dalam pembukaan, yang menginginkan untuk diberikan pengarahan tentang cara memperoleh nikmatnya bisnis sosial media seperti yang dilakukan Lingkar Malang saat ini.

Secara tanggap kami melakukan pematerian yang sudah diminta oleh kepala sekolah, seperti yang kami lakukan sebelum-sebelumnya dalam berbagai forum. Hanya keikhlasan dan kejujuran saja yang dapat menjadikan Lingkar Malang dapat bertahan sampai saat ini. Selain itu harus disertai oleh keistiqomahan yang lebih karena memang butuh ketahanan posting yang melebihi kesetiaan Rangga dan Cinta.

Sebetulnya potensi-potensi orang kaya di SMK WD ini sudah tercermin dari para siswa yang ikut dalam seminar ini. Bagaimana tidak ketika mereka diberikan tantangan untuk membuat bisnis dengan bau sosial media dengan cekatan mereka mengerjakannya. Tak lebih dari 15 menit mereka sudah menyelesaikan tantangan yang Lingkar Malang berikan. Bobot dari usaha yang berbuah dari pemikiran mereka pun sangat fantastis dan unik tentunya. Tidak salah para murid kelas sepuluh SMK WD ini sepertinya akan menjadi calon pesaing Lingkar Malang.

Tak cukup sampai di sana, antisiasme mereka dalam mengikuti materi yang disampaikan juga dapat diacungi jempol. Nawak Lingkar Malang dapat membayangkan pada satu sesi ada beberapa materi yang terangkum dalam 3 materi induk. Yaitu tentang kepenulisan yang di publish website, tentang fotografi yang terpublish Instagram dan video yang diunggah melalui Youtube. Ketika materi tersebut tidak lolos dari perhatian para peserta. Sangat asyik rasanya jika mereka dapat menjadi next generation untuk media asli Malang.