Lingkarmalang.com , Penggowes – Di era modern ini seakan para pekerja lambat laun sadar akan kesehatan mereka. Salah satu bukti nyata hal tersebut yang kini mulai merambah luas bak kacang goreng yaitu mulai ada komunitas penggowes. Tak hanya di kota besar untuk kota mini seperti malang pun juga ada komunitas peng-gowes. Tak terbatas karyawan kantoran di malang kota juga ada komunitas penggowes yang berasal dari kalangan mahasiswa.

Mungkin pemerintah kota kurang menanggapi positif hal tersebut sehingga sangat minim jalur sepeda angin yang ada. Nawak-nawak Lingkar Malang dapat melihat sendiri jalur-jalur gowes yang tersedia di area malang raya. Yang berstandar dengan garis dan bergambar hanya ada di sekitar alun-alun merdeka kota malang. Itupun jalurnya harus rela berbagi dengan tukang cilok dan sempol yang magrok di sekitar alun-alun. Sangat disayangkan rasanya jika para penggowes yang secara nyata menolak untuk menyumbang emisi di sumpeknya kota.

Jalur gowes di malang hanya berfokus pada jalur adventure saja, seperti rute gowes Cangar dan beberapa jalur yang memang sudah tersohor namanya di kalangan tukang pancal. Memang hal tersebut dapat di apresiasi namun fasilitas bagi kalangan penggowes yang melakukan aktifitas mancalnya dalam sehari-hari yang justru memberikan dampak nyata pada lingkungan sangat minim. Padahal untuk sebuah jalur sepeda angin sudah ada kewajiban yang memberikan wewenang pengelolaan jalur sepeda kepada pemerintah daerah (kota/kabupaten) yang tercantum pada PP nomor 38 tahun 2007.

Salah satu respon positif dari pemerintah Kota Malang yaitu dengan munculnya rancangan jalur khusus sepeda angin bagi para penggowes pada tahun 2014 silam. Kabarnya menurut kajian yang di publish laman resmi badan perencana daerah kota malang penggarapn akan dilakukan selama 10 tahun. Salah satu langkah yang telah dilaksanakan yaitu membuat perubahan pada beberapa lampu merah pada beberapa tempat penyeberangan. Lampu lalu lintas yang awalnya hanay ada pada tiap perempatan kini beberapa tempat penyeberangan sudah memiliki lampu lalu lintas untu menyeberang. Dan juga ada beberapa penambahan pedestrian seperti di Jalan. Dieng yang kini marak mewarnai deretan foto di instagram itu merupakan bagian dari perencanaan yang di buat oleh badan pembangunan daerah kota malang. Semoga target yang ditetapkan oleh BAPEDA Kota Malang dapat berjalan sesuai rencana. Jika berjalan sesuai target maka dapat disimpulkan 2024 Nawak-Nawak Ngalam lebih aman untuk bersepeda lintas kota. (Nurohman)