LINGKARMALANG –  Ada berbagai macam jenis wisata yang umum kita ketahui, seperti wisata alam, wisata keluarga, ataupun wisata sejarah.  Namun disamping beberapa ragam wisata tersebut diatas, ada juga beberapa wisata yang penggemarnya adalah segmentasi terbatas. Salah satu contohnya adalah wisata Kota Tua. Walau ruang lingkupnya masih wisata sejarah tapi dalam wisata ini biasanya para penggemarnya lebih terfokus pada lanskap, ataupun bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Di Kota lain Wisata Kota Tua ini sudah cukup berkembang contohnya seperti Kota Semarang dengan Lawang Sewu-nya, ataupun Kota Tua Jakarta yang terkenal dengan kompleks museum Fatahillah. Nah, di Malang sendiri walaupun tidak terkonsentrasi menjadi satu wilayah, ada beberapa gedung tua yang mempunyai nilai historis. Contohnya di depan alun – alun Tugu Malang ada tiga SMA yang sudah ada sejak jaman kolonial.

Kompleks SMA 1,3 dan 4 Malang  ini sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 1931. Sama seperti sekarang bangunan ini juga berfungsi sebagai sekolah pada jaman dulu. HBS (Hoogere Burger School) adalah sekolah yang hanya diperuntukkan oleh warga Belanda dan AMS (Algemeene Middelbare school) adalah sekolah menengah umum Kota Malang. Dua sekolah tersebut adalah cikal bakal sekolah yang kini  sering disebut sebagai SMA TUGU MALANG.

Seperti layaknya bangunan tua lainnya di Kota Malang, selain penuh dengan cerita berbau historis juga banyak kisah mistis di dalamnya.  Contohnya adalah lantai di SMA 1 yang terdapat noda darahnya dan selalu muncul walau ubinnya berulang kali diganti.  Diatambah lagi dengan adanya  Lorong misterius di bawah SMA yang ditengarai sebagai bunker untuk pelarian yang bisa tembus kearah stasiun.

Karena adanya berbagai fenomena tersebut maka banyak yang mengatakan  bahwa SMA Tugu ini dulunya adalah tempat penyiksaan para pejuang. Namun ada baiknya Nawak-Nawak Lingkar Malang tidak mudah menyimpulkan dan tidak mengabaikan sejarah Karena bagaimanapun sejarah adalah salah satu faktor yang membuat negara ini memmpunyai harga diri. (Prasetyo.K)