Berawal dari kejenuhan dengan rutinitas, aku mulai merancang escape plan, sebuah solo traveling. Terbersitlah Malang di otak, kota sejuk nan ramah yang sudah bertahun-tahun tak kukunjungi. Mencari informasi kesana kemari, kuputuskan untuk menjajal paralayang di Gunung Banyak. Namun, aku tak berjodoh. Berangkat pagi-pagi sekali hanya untuk mendapati Gunung Banyak ditutup sejak sehari sebelumnya karena hujan yang terus turun beberapa hari terakhir.

Mas yang berjaga di loket kemudian menanyakan asalku. Tampaknya begitu tahu aku berasal dari Semarang, dia menjadi tak tega membiarkanku kembali pulang dengan tangan hampa. Diajaknya aku menemui atasannya guna meminta ijin untuk sekadar mengambil foto di lokasi paralayang. Aku pun mendapat kesempatan istimewa itu. Meski belum kesampaian untuk bisa merasakan sensasi terbang, setidaknya aku senang pernah menjejakkan kaki di puncak Gunung Banyak dan melihat Kota Batu dari ketinggian. Sungguh pemandangan yang istimewa.

Kebaikan hati mas penjaga loket tidak sampai di situ saja. Dia juga menanyakan ke mana destinasiku selanjutnya. Karena setahuku Coban Rondo adalah yang terdekat, maka aku memutuskan ke sana. Tanpa basa basi dia berkata akan mengantarkanku. Kami berpisah di pintu masuk air terjun. Bersyukur sekali bertemu dengan mas yang, sayangnya, belum sempat kuketahui namanya itu.

Awalnya, aku tidak tertarik ke Coban Rondo. Karena menurutku, air terjun ya air terjun, cuma air yang jatuh dari ketinggian. Tapi setelah didatangi, air terjun yang satu ini ternyata memukau. Bibirku sampai tak henti menyunggingkan senyum saat melihatnya. Coban Rondo merupakan air terjun yang besar dan tinggi. Oleh karena itu, alirannya menjadi deras. Saking derasnya sampai kita tidak akan bisa berdiri dekat-dekat. Di sekelilingnya pun dipagari untuk mencegah adanya pengunjung yang nekat.

Dari jarak 20 meter sudah terasa hembusan air yang memercik dari aliran yang jatuh. Berulang kali aku harus mengelap kaca mata. Rasanya tak ingin pergi. Berhubung hari itu Senin, tidak banyak pengunjung yang datang. Aku bisa duduk di salah satu tempat duduk yang disediakan. Menikmati udara yang sejuk dan percikan air. Menikmati keramahan dunia hari itu.

Ditulis oleh:  Casper (IG: @_cas7)