Ranu Pani, salah satu danau yang terletak di dalam kawasan taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS). Berada di kaki gunung Semeru  di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Danau seluas 6,3 hektar itu  menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang akan menuju ke kawasan gunung Semeru.

       Keindahan dan kesejukan udaranya seakan memikat hati wisatawan untuk mengunjungi danau ini, baik untuk berfoto-foto ria atau sekedar menikmati keindahannya. Namun, keindahannya kini semakin berkurang karena airnya yang jernih itu tertutupi oleh keberadaan tanaman air. Tanaman air itu bernama “Salvinia”. Tanaman ini bisa tumbuh dan menyebar dengan cepat. Hal itulah yang menyebabkan perairan di danau ranu kami tertutupi tanaman salvinia ini. Tanaman Salvinia sebenarnya tidak berbahaya. Bahkan berguna menyerap racun. Hanya dalam jumlah besar, tanaman ini menjadi parasit. Tidak saja mengancam satwa air seperti ikan, tapi juga bisa mematikan jasad renik penyeimbang ekosistem danau.

       Berdasarkan perspektif ekologi perairan, danau Ranu Pani mengalami eutrofikasi, yaitu gangguan kesehatan dan keseimbangan ekosistem perairan. Eutrofikasi itu dapat terjadi karena masukan limbah pertanian dan rumah tangga yang berada di sekitar Ranu Pani. Hal inilah menyebabkan pertumbuhan alga dan tumbuhan air yang sangat cepat, dikenal dengan istilah blooming. Peristiwa blooming ini berdampak negatif bagi ekosistem perairan danau.

       Kondisi ini dicirikan oleh air danau yang berwarna hijau, mengeluarkan bau tak sedap, dan menyebabkan kualitas air menurun, serta sering diikuti dengan penurunan konsentrasi oksigen terlarut yang dapat menyebabkan kematian berbagai organisme di dalam air. Oleh karena besarnya dampak negatif keberadaan salvinia terhadap kelangsungan ekosistem dalam perairan danau Ranu Pani, maka perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dan memberantas keberadaan Tanaman Salvinia tersebut.

Penulis : Puja Sakti

Photo by   : @pujasakti

Instagram : @pujasakti