Lingkarmalang.com, Salak Suwaru – Identitas Malang tak melulu tentang wisata, klub sepakbola ataupun bakso. Ada yang bilang Malang kurang lengkap tanpa apelnya. Bagaimana tidak alun-alun batu dengan maskot sebesar gaban tersebut secara kasat mata menjadi kudapan rutin para pengunjung. Namun sebetulnya Malang tak hanya dengan hal itu-itu saja. Ada berbagai buah yang bisa diberikan label asli malang.

Salah satunya yaitu salak Suwaru. Suwaru bukanlah sekonyong-koyong menjadi nama varietas salak. Melainkan nama sebuah daerah di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Dahulu sebagian besar penduduk Desa Suwaru menanam salak, entah asal usul penanaman tersebut kenapa. Ada sebuah sumber yang mengatakan bahwa salak Suwaru ini bibitnya berasal dari Pasar Minggu, Jakarta. Namun asal usul kedatangannya masih belum diketahui, sangat mirip dengan petugas parkir di sekeliling pasar besar. Yang jelas dengan perpaduan rasa manis dan juga karakter tanah membuat buah ini memiliki ciri khas rasa tersendiri.

Karena kerasnya persaingan pasar membuat pamor salak suwaru yang sempat berjaya sebelum kemunculan hp android ini perlahan luntur. Semakin dini semakin hilang pasaran salak Suwaru tersebut. Kurangnya minat pasar terhadap produk unggulan Desa Suwaru membuat sebagian warga mengganti ladangnya dengan tanaman lain. Seperti tebu, mangga dan buah-buahan yang lebih laku di pasar.

 

Namun tak semua warga melakukan peralihan cocok tanam. Ada sebagian warga yang tetap menanam salak, mungkin karena perawatan salak lebih mudah dari buah lain. Menurut data saat ini masih ada 20 hektar lahan yang masih setia ditanami salak. Mungkin kesetiaan ini yang harus ditiru para kawula muda, selain kesetiaan Cinta kepada Rangga.

Kalau dahulu dengan memanfaatkan nama besar salak sudah meningkatkan nilai. Namun karena kalah pamor para petani salak di paksa untuk berinovasi agar nilai sebuah salak tetap meningkat. Salah satunya dengan membuat produk turunan salak. Jangan heran jika Nawak-Nawak membeli kripik salak bertuliskan nama Desa Suwaru. Itu adalah salah satu produk inovasi mereka. Memang untuk sebuah nama besar pastilah perlahan akan luntur, hanya respect Lingkar Malang kepada Nawak-Nawak Lingkar Malang saja yang akan abadi.