Lingkarmalang.com, Ceker Pedas – Olahan ayam khas daerah memang mengalahkan olahan yang mengklaim paling laris dan memiliki sistem menejemen bertaraf ISO 9001. Jika di restoran cepat saji seluruh restoranpun dalam sebuah negara dapat dipastikan minim varian olahan. Lain cerita dengan warung pinggir jalan yang lumrah di sebut sebagai pedagang kaki lima. Untuk memenuhi tuntutan ekonomi seakan para pedagang dipaksa untuk berkreasi. Maka lahirlah berbagai varian menu yang terkesan aneh namun bikin ketagihan.

Salah satu menu yang dapat di cap sebagai olahan ayam yang aneh namun membuat ketagihan atau malah meninggalkan kesan tersendiri bagi para penikmatnya yaitu Ceker Setan. Mungkin tak perlu untuk berpanjang lebar latar belakang nama setan disematkan. Pastilah Nawak-Nawak lingkar malang telah mengetahui bahkan sebelum tulisan ini dibuat. Ceker setan yang paling terkenal bahkan sampai masuk sebagai salah satu kuliner yang wajib dikunjungi di malang versi thekokiinstan. Bahkan tak jarang para ibu-ibu menyebut resep ceker setan ini khas malang.

Tak heran hal itu terjadi pasalnya masakan ini meskipun kelas kaki lima memiliki peminat khusus. Berawal dari tahun 2012 saat itu sedang booming makanan pedas seperti kripik maicih dari bandung dan serentetan makanan pedas lainnya. Ibarat generasi pedas mulai merembet naik menjadi berkah tersendiri bagi pedagang yang sarat akan ide kreatif. Maka muncullah opsi ceker dengan olahan pedas. Ceker yang semula memiliki nilai ekonomis yang boleh dibilang rendah, setelah di masukkan sedikit ide kreatif menjadi nilai yang lumayan.

Dengan harga 1.000 rupiah ceker setan yang hingga kini masih menjadi primadona di pojokan Jalan Jakarta ini masih laris. Yang unik pedagangnya tidak menyediakan tempat, ibarat penjual yang laris manis namun tak memiliki tempat. Para pembeli pun wajib rela lesehan di taman kunang-kunang. Meskipun begitu tak menutup kemungkinan anda harus mengantri dan mengambil nomor antrian yang disediakan pedagang. Ceker setan yang juga menyediakan sayap pedas dengan cabe asli ini menjadi ciri khas tersendiri. Bukanya pun hanya pada malam hari, mulai pukul 9 malam hingga 2 pagi. Sangat cocok bagi Nawak-Nawak Lingkar Malang yang ingin makan pedas di malam hari. (Pungkas)