LINGKARMALANG – Masih ingatkah Nawak Ngalam tentang artikel Pasar Oro-Oro Dowo yang kami unggah beberapa waktu yang lalu? Pasar yang telah sukses mendapat predikat sebagai pasar terbersih nasional ini, sekarang mempunyai cerita baru yang menarik untuk diberitakan. Anehnya cerita tentang pasar ini tidak berbicara tentang kebersihan, sanitasi ataupun kereta dorong belanja lagi. Melainkan perihal salah satu kuliner yang dijajakan di salah satu kios.

Berbicara tentang dunia kuliner di dalam pasar biasanya tidak jauh-jauh dari kue basah ataupun jajan pasar khas jawa. Namun bila kita menjelajahi sudut pasar Oro-Oro Dowo ini kita akan menemukan ragam kuliner yang amat jarang kita temui di pasar. Kopi, mungkin kopi juga bukan hal yang aneh untuk dijual di pasar. Minuman pahit nan pekat ini memang tidak jarang ditemui pada warung, di setiap sudut warung. Namun ada hal unik yang membedakan bedak kopi bertajuk Kalingga ini, kopi yang diracik tak jauh beda dengan kopi yang umumnya terdapat di café di pinggir jalan besar. Berbagai jenis kopi nusantara mulai dari robusta hingga arabika siap memanjakan lidah penikmat kopi yang berkunjung ke pasar. Tak hanya meracik kopi nusantara, olahan ala barat seperti expresso coffe juga mewarnai menu kedai yang letaknya di tengah pasar ini.

Hingga saat ini konsep yang ditawarkan adalah take away alias Bahasa indonesianya adalah menu siap bawa pulang. Bukan bermaksud menghilangkan kesan café yang identik dengan nongkrong, hanya saja memang keadaan yang tidak memungkinkan untuk menjadikan Kalingga sebagai tempat berkumpul mengingat tempatnya di tengah pasar dan jatah kavling kedai yang tidak seluas café pada umumnya. Namun buat Nawak Ngalam yang ingin sedikit bersantai di café ini jangan khawatir, datanglah sekitar pukul 13.00-16.00 saat pedagang yang lain sudah bersiap pulang, dijamin barista Kalingga yang menawan ini akan siap  menemani Nawak Ngalam ngobrol  menggunakan fasilitas bangku bapak penjual tahu di kedai sebelah.

Jadi akhir kata, tim Lingkar Malang ingin menitipkan sebuah pesan kepada para lelaki yang sering malas mengantar istri atau ibunya ke pasar. “Mulai saat ini janganlah ragu menginjak lantai pasar Oro-Oro Dowo. Karena diantara ramainya para ibu-ibu yang menawar dengan ganasnya, ada harumnya kopi Kalingga café yang menantang kemaskulin-an indera pengecap anda”. (kartiko.P)