LINGKARMALANG – Sebenarnya tidak ada yang jauh berbeda dengan barang dan makanan yang diperjual-belikan di pasar ini. Sembako, ayam potong, daging sapi, berbagai sayuran. semuanya tak ada yang berbeda seperti di pasar lain. Namun ada satu hal yang membuat para pengunjung pasar betah berlama-lama di pasar Oro- oro Dowo ini, yaitu kebersihan.

Lantainya tidak dibuat dari cor-cor an semen asal-asalan, melainkan tersusun rapi dari ubin yang putih bersih. Pengunjung yang ingin berbelanja juga dimudahkan dengan penataan kios yang diklasifikasikan sesuai dengan barang dan bahan makanan yang dijual, hal ini jelas sangat memudahkan bagi para pengunjung yang terburu-buru berbelanja. Masalah buangan limbah juga sangat diperhatikan, disini pengunjung tak perlu khawatir menginjak genangan kotoran limbah cucian sayur atau ikan karena ada pipa-pipa khusus yang digunakan untuk membuang limbah.

Tak cukup dalam usahanya menjadi pasar dengan predikat terbersih, salah satu corporate social responbility dari sebuah Persero Terbatas juga menyediakan trolly belanja guna memanjakan pengunjung yang membawa banyak barang belanjaan. Yang perlu dicatat adalah, walau hampir menyerupai supermarket, pasar ini tidak menghilangkan unsur ke tradisionalannya. Para pengunjung masih bisa mempraktekkan ilmunya dalam menawar segala jenis dagangan yang disuguhkan oleh para penjual.

Sebenarnya wajah baru pasar Oro – Oro Dowo yang customer friendly ini belum cukup lama. September 2015 hingga april 2016 pasar tradisional yang lahir pada tahun 1932  ini direvitalisasi oleh pemerintah. Dari yang awalnya hanya pasar tradisional biasa, kini pasar Oro-Oro Dowo telah berubah menjadi pasar rakyat yang memenuhi standart nasional.

Nah buat Nawak Ngalam yang ingin berbelanja, jangan ragu untuk langkahkan kaki anda ke pasar ini. Disamping suasananya yang bikin betah berbelanja juga ada beberapa warung dan rumah makan di sekitar pasar, yang bisa dibuat untuk nongkrong atau sekedar menunggu pacar dan kerabat yang sedang berbelanja di pasar. (Kartiko.P)