vinoimagination.blogspot.co.id

LINGKAR MALANG-Malang sudah lama menyandang gelar sebagai Kota pendidikan, banyaknya universitas negeri maupun swasta yang berkelas sering menjadikan Kota Malang magnet bagi calon mahasiswa dan mahasiswi kota lain untuk singgah beberapa tahun demi mengenyam bangku kuliahan. Banyaknya pendatang dari luar kota atau bahkan luar pulau membawa efek yang beragam baik itu positif maupun negatif. Tak bisa dipungkiri bahwa kondisi ekonomi kota Malang memang semakin meningkat mengikuti kebijakan beberapa universitas terkemuka di Malang yang membuka penyaringan mahasiswa baru secara besar-besar an pada beberapa akhir tahun belakangan ini. Namun di luar sektor ekonomi ada beberapa hal yang patut digaris bawahi terutama yang berkaitan dengan sosial budaya di Kota Malang.

Entah bagaimana awal mulanya, sekitar lima tahun belakangan ini virus jakartasentris cukup menyebar dengan cepat dan meluas di Kota Malang. Bukannya ingin menyudutkan budaya kota megapolitan, namun kenyataanya adalah budaya asli malang terutama Bahasa mulai tergerus oleh  Bahasa gaul lo – gue yang sedang digemari oleh pemuda – pemudi Kota Malang saat ini.

Malang sendiri sebenarnya mempunyai Bahasa yang cukup digemari oleh generasi mudanya, namanya bahas walik an. Aplikasi nya cukup mudah, yaitu hanya dengan membalik beberapa kata dibaca dari belakang ke depan. Beberapa contohnya adalah, adik menjadi kida, anak buah menjadi kana haub, makan menjadi nakam. Tapi untuk beberapa kata yang lain tidak serta merta dibalik namun disesuaikan agar lebih enak diucapkannya contohnya seperti pulang menjadi ngalup, banyak menjadi kanyab, bencong menjadi ngonceb. Lalu beberapa diantaranya adalah Bahasa tiktok atau istilah – istilah yang disepakati sudah sejak lama contohnya kerjo bukan dibalik ojrek melainkan idrek, polisi dibalik menjadi silup, uang menjadi ojir dan lain sebagainya.

Bila ditilik dari sejarahnya sebenarnya Bahasa walik an bukan hanya sekedar Bahasa gaul yang sering digunakan oleh anak muda demi kepentingan eksis semata. Bahasa walik an ini awalnya digunakan oleh para pejuang gerilya rakyat kota sebagai kata sandi untuk mengenali identitas sekaligus alat komunikasi para sesama pejuang. mengingat pergerakan rakyat saat itu banyak disusupi oleh mata-mata belanda yang berasal dari orang pribumi sendiri.

Dadi umak hebak sik nganggep osob ngalam an alias osob kiwal an kadit siob?