LINGKARMALANG – 3 destinasi andalan Gunung Bromo selain kawahnya adalah Pananjakan, savana dan Pasir Berbisik. Seakan menjadi paket yang tak terpisahkan keempat destinasi ini selalu menjadi tawaran para agen travel yang menjajakan dagangannya. Masing-masing lokasi mempunyai keunikan tersendiri. Kawah Bromo tak perlu dipertanyakan lagi ke eksotikan kaldera Gunung Bromo selalu menjadi ikon utama dalam tour Bromo, sedangkan Pananjakan yang menampilkan atraksi sunrise-nya menempati posisi kedua dalam urutan destinasi yang harus dikunjungi di Bromo, savana atau bukit Teletubies juga tak mau kalah sebagai tempat yang instagramable untuk dikunjungi. Dan yang terakhir adalah Pasir Berbisik, sebagian besar wisatawan yang berkunjung pasti bertanya apa sebab musababnya lokasi ini disebut sebagai Pasir Berbisik. Nah dalam artikel kali ini Lingkar Malang ingin sedikit mengulik tentang sejarah terciptanya nama Pasir Berbisik Bromo.

Sebenarnya nama Pasir Berbisik tidak ada hubunganya dengan kisah ataupun legenda suku Tengger. Nama ini hingga kini disematkan diakibatkan karena sebuah film karya Nan Achnas yang berjudul Pasir Berbisik. Karya sinematografi yang menyabet beberapa penghargaan internasional ini saat itu sangat booming mewarnai perfilman yang mencoba bangkit dari keterpurukannya. Film ini bercerita tentang Daya yang diperankan oleh aktris cantik Dian Satro terkungkung oleh kehidupan sosial akibat ibunya (Chirtine Hakim) terlalu protektif. Daya mempunyai fantasi bahwa pasir-pasir yang ada di pantai dekat rumahnya selalu berbisik kepadanya menemani dirinya yang selalu kesepian menunggu ayahnya (slamet raharjo djarot) yang tak kunjung pulang dari kerjanya sebagai dalang keliling.

Walau setting lokasi film ini berada di sebuah pantai namun sebenarnya latar pengambilan film Pasir Berbisik ini dilakukan di hamparan pasir Gunung Bromo. meledaknya film Pasir Berbisik saat itu dipasaran industri perfilman ditambah rasa penasaran para wisatawan yang ingin melihat lokasi film Pasir Berbisik, menjadikan hamparan pasir yang dulunya tidak pernah terlirik menjadi sebuah lokasi wisata baru yang dinamakan sama dengan judul filmnya yaitu destinasi Pasir Berbisik. (Kartiko.P)