LINGKARMALANG – Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang di anugerahi dengan hutan-hutan yang tersebar di penjuru Nusantara. Ada hutan alami yang tumbuh dengan sendirinya tanpa ada upaya penanaman dari manusia dan juga ada hutan buatan yang memang sengaja ditanami oleh manusia untuk mendapatkan nilai manfaat dari proses penanaman tersebut. Ada sebuah hutan buatan di Desa Sumber Bening Kecamatan Wajak Kabupaten Malang yang saat ini lagi booming di media sosial. Hutan tersebut banyak disebut dengan Hutan Pinus Semeru. Hutan yang digadang-gadang menjadi artis baru di Instagram ini diserbu banyak pengunjung dengan keasrian pinusnya yang berjajar rapi. Selain pemandangan asri seperti halnya hutan pinus biasanya hutan ini ditambahkan aksen-aksen sederhana untuk menambah manisnya pemandangan hutan.

Aksen-aksen yang ditambahkan seperti payung, tempat duduk dan hal-hal lain yang berwarna warni ini membuat Hutan Pinus Semeru ini tidak seperti kebanyakan hutan lainnya. Beberapa benda yang seakan menjadi make up ini menjadikan hutan yang harusnya seperti hutan pinus biasa yang hanya dimanfaatkan kayu pinusnya saja. Hutan yang baru di resmikan akhir tahun 2016 ini ibarat artis langsung naik daun. Terbukti dengan adanya wisata ini langsung mewarnai beranda foto di sejumlah sosial media. Bahkan destinasi manis yang tak kehilangan sifat nature ala hutan belantara ini sudah mulai kondang di media wisata Malang ataupun luar Malang.

Selain payung-payung yang siap untuk diajak berfoto bersama disini juga dapat digunakan untuk hammocking. Berwisata malas layaknya traveler yang sudah penat dengan kehidupan sehari-hari juga sangat cocok dilakukan di Hutan Pinus Semeru ini. Jika anda pingin camilan dapat membeli di warung-warung sekitar hutan yang memang didirikan untuk para wisatawan. Semakin lengkap sudah jika anda membawa hammock sendiri, berbelanja camilan di area sini, dan juga udara sejuk khas pedesaan yang masih belum terkena polusi udara.

Untuk menuju ke wana wisata hutan pinus semeru ini jika dari Kota Malang dapat menuju ke arah Kecamatan Turen. Karena hutan pinus ini terletak di perbatasan antara Turen dan Wajak. Setelah masuk Kecamatan Turen anda dapat melewati Desa Pagedangan dan masuk Desa Sumber Putih. Akses menuju wana wisata ini tidak terlalu sulit jika anda tempuh di musim panas. Hutan wisata yang nantinya akan dikelola oleh karang taruna Desa Sumber Putih ini memutuskan untuk tidak menarik tiket masuk bagi para pengunjung. Para pengunjung hanya dikenakan karcis parkir 2.000 bagi kendaraan roda dua dan 5.000 bagi kendaraan roda empat. (Pungkas. N)