Sekitar kurang lebih lima sampai enam kilometer dari area Candi Singosari dibalik ramainya candi yang seakan tidak pernah sepi oleh pengunjung setiap akhir pekan . Ternyata terdapat pula sebuah candi Budha yang lebih tenang dan sepi dari kunjungan wisatawan. Sepertinya aura keriuhan candi Singosari tidak tercium sampai disini. Keheningan, pohon rindang yang menaungi serta aliran sungai bersih dan jernih yang mengelilingi candi menambah syahdunya suasana candi.

Letak tepatnya adalah di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Berdirilah sebuah candi yang kokoh terbuat dari batu andesit. Lain hal nya dengan tetangga candinya yang tinggi menjulang dan kokoh, candi ini hanya terdiri dari satu stupa seperti layaknya candi budha yang lain. Candi ini memiliki nama Candi Sumberawan atau yang Bahasa kuna nya juga disebut sebagai Kasuranggan.

Di candi ini pengunjung tidak bisa menghentikan kendaraan di dekat area candi, Karena area parkir yang disediakan oleh warga cukup jauh dari candi Sumberawan. Pengunjung sedikit dipaksa berjalan menyusuri aliran sungai dan asrinya sawah selama kurang lebih 5 menit bila ingin mengunjungi ke bangunan candi.

Seperti namanya, di sisi yang lain namun tetap di area candi terdapat sebuah sumber mata air asal muasal sungai yang jernih mengaalir indah untuk dipergunakan oleh masyarakat setempat. Menurut kisahnya, Raja Hayamwuruk sengaja membangun candi di dekat mata air yang mempunyai aura tinggi untuk dipergunakan sebagai padepokan yang dalam kitab Negarakertagama sering disebut sebagai Kasurangganan.

Selain mengandung unsur sejarah, sumber air di area Candi Sumberawan ini dipercaya mempunyai kekuatan mistis. Yaitu  bisa membuat awet muda dan membuat wajah lebih cerah. Menurut kesaksian juru kunci sendiri bahkan ada beberapa pejabat dan orang penting di Indonesia yang sengaja mandi di pertirtaan dalam candi menggunnakan air di sumber ini agar keinginannya bisa terpenuhi.

Sayangnya Balutan kisah sejarah dan mistis serta keindahan alam yang asri di area candi sedikit rusak oleh ulah manusia yang tidak tahu cara membuang sampah yang benar. Sayang hal ini sungguh disayangkan.(Tiko)