LINGKARMALANG – Wisata edukasi di Malang mulai merebak subur. Tak dapat dipungkiri dengan konsep edukatif para pengunjung pasti akan memiliki oleh-oleh pengetahuan, disamping oleh-oleh pokok yang lumrah dibawa pulang yaitu rasa puas efek dari refreshing. Salah satu wisata edukasi yang dimiliki Malang yaitu tempat pembuangan akhir terpadu Talangagung. Ditempat yang lumrah dengan kesan kotor dan bau menyengat ini disulap menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi.

Awal mula tempat wisata edukasi yang terletak di Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang ini merupakan tempat pembuangan akhir seperti biasa. Alih-alih menyerah dan memprotes bau yang menyengat kepada pemerintah daerah setempat para warga sekitar TPA malah membuat inovasi energi dari masalah tersebut. Dengan mendatangkan dan meminta masukan para akademisi dan meminta masukan maka jadilah TPA yang lebih ramah lingkungan. Pasalnya gas amoniak hasil dari penimbunan sampah awalnya dibiarkan menguap, kini dijadikan sebagai energi pengganti gas LPG.

Maka dari itu disekitar TPA wisata edukasi ini dipenuhi pipa yang berfungsi untuk menyalurkan gas karbon ke rumah warga sekitar. Tak cukup sampai disitu air lindi yang biasanya mencemari lingkungan, di TPA ini air lindi di olah terlebih dahulu sehingga lebih ramah lingkungan. Akhir tahun 2016 juga tempat pembuangan akhir yang terkesan Go Green ini ditetapkan sebagai salah satu wisata edukasi yang dimiliki Kabupaten Malang. Hal ini dapat di manfaat pengunjung untuk belajar lebih banyak dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga.

Banyak inovasi pengolahan sampah yang dapat diaplikasikan dalam rumah tangga. Seperti mengubah sampah dapur yang biasanya dibuang begitu saja, tapi di TPA ini ada contoh alat pembusukan untuk sampah rumah tangga sehingga dapat digunakan sebagai pupuk. (Pungkas.P)