LINGKARMALANG – Tempat peribadatan memang tidak jauh dari nilai filosofi keindahan. ibarat tiap jentik-jentik sejarah yang menjadi latar belakang pembangunan tergambar jelas di ukiran atau bentukan bangunan. salah satu tempat peribadatan dimalang yang tak luput dari sentuhan sejarah yang sarat akan nilai filosofi yaitu Klenteng Eng an kiong. ya klenteng yang pasti nawak-nawak lingkar malang temui ketika hendak berbelanja ke rosokan malam ini sangat unik dan magis. berawal dari tahun 1825 ada seorang keturunan petinggi dinasti ming yang datang ke pulau jawa dan menetap  di malang. cerita berawal dari Kwee Sam Hwang yang merupakan keturunan ketujuh jendral Dinasti Ming berpindah dari Madura dan menetap di Malang. seperti kebanyakan masyarakat pendatang Kwee Sam Hwang juga ingin membuat peradaban layaknya di negaranya. maka dibuatlah Klenteng Eng an kiong yang terletak di persimpangan Jl.. Martadinata tersebut.

Jika nawak-nawak lingkar malang ingin tahu keseluruhan klenteng ini jangan ragu-ragu untuk berkunjung dan melihat-lihat semua bagian yang ada di klenteng ini. layaknya candi yang memiliki relief klenteng ini juga memiliki lukisan-lukisan yang bertujuan untuk memberikan ajaran dharma pada jamaah yang sembahyang di klenteng ini. salah satu lukisan yang ada yaitu di ruang sembahyang dewi kwan im. disana terlukis gambar orang yang membelah perutnya dan keluar budha dari dalam perutnya. cerita yang menjadi latar belakang tulisan ini adalah salah satu sosok murid budha yang memiliki masa lalu kelam. karena memiliki masa lalu yang kelam tersebut otomatis tidak di percaya oleh masyarakat sekitar. dengan nekat murid tersebut membelah perutnya sendiri dan muncullah Budha untuk membuktikan bahwa Budha ada di dalam dirinya.

Terlepas dari lukisan-lukisan fenomenal yang kaya akan filosofi tersebut, nawak-nawak lingkar malang dapat mengunjungi klenteng pada waktu event-event yang digelar. seperti pada saat perayaan imlek dan perayaan-perayaan lain. (Pungkas.P)