LINGKARMALANG – Sebutan kampung cempluk tidak diberikan seperti pada kampung – kampung tematik di Kota Malang. Sebutan kampung cempluk ini diberikan Karena keadaan. Entah apa sebab dan musababnya kampung ini tak seperti kampung pada umumnya. Kampung yang berlokasi di dieng atas ini baru merasakan nikmatnya listrik dan penerangan dari negara di awal tahun 1990-an. Karena masyarakatnya yang biasa menggunakan penerangan berupa cempluk pada periode sebelum tahun 1992 maka kampung inipun dijuluki oleh warga lain sebagai kampung cempluk.

Selain unik Karena keadaaanya dulu, ada pula keunikan lain dari kampung ini. Kampung cempluk ini terkenal dengan warganya yang tidak bisa untuk diam. Tidak bisa diam yang dimaksud adalah, warga kampung cempluk ini terkenal dengan kretaivitas dan keaktifan warganya di bidang seni dan budaya. Di kampung ini banyak yang bisa ditemui kesenian daerah yang mungkin sudah larut termakan jaman. Beberapa contohnya adalah kesenian jaranan, pencak silat, kesenian barong singho Yudho, dan kesenian yang hampir punah yaitu seni ande-ande lumut.

Warga kampung cempluk yang enggan diam ini lama kelamaan merasa membutuhkan suatu wadah untuk mengapresiasikan karya – karyanya. Untuk itu dengan dipelopori oleh beberapa tokoh masyarakat, kampung cempluk memberanikan diri untuk mengadakan sebuah festival yang disebut dengan festival kampung cempluk.

Festival ini berisi tentang segala sesuatu budaya dan seni yang bisa dipertunjukkan. Selama kurang lebih empat hari pengunjung yang hadir akan disuguhkan berbagai kesenian, mulai dari sendra tari, seni musik hingga seni pencak silat. Sampai dengan tahun kemarin kampung cempluk ini total telah menyelenggarakan festival ini rutin selama 3 tahun dengan animo pengunjung yang ramai dan tetap stabil pada setiap tahunnya.

Kampung Cempluk ini seharusnya menjadi percontohan bagi warga Malang, kampung yang dulunya tersisihkan bahkan sempat tak tersentuh oleh listrik namun bisa tetap semangat dan aktif dalam mengembangkan warganya. Dengan tetap mengusung budaya dan seni kampung ini berani berkreasi untuk menyelenggarakan sebuah terobosan baru yang bernama Festival Kampung Cempluk.