Doc. Lingkarmalang

LINGKARMALANG – Malang memiliki segudang tradisi yang lambat laun akan luntur ditelan ganasnya modernisasi. Salah satu tradisi yang mulai luntur itu adalah tradisi barikan. Barikan adalah tradisi ungkapan rasa syukur atas ulang tahun daerah atau kampung yang di selenggarakan di persimpangan jalan. Nah kali ini ada acara barikan disertai doa bersama yang diadakan sekolah budaya tunggul wulung. Latarbelakang diadakannya acara ini adalah untuk memberikan keselamatan kota malang yag menginjak umur 103 tahun ini.

Pada acara kali ini doa yang dipanjatkanpun cukup asing di telinga. Karena doa yang di panjatkan dengan bahasa jawa kuno tersebut sangat jarang di ucapkan pada pengajian ataupun kebaktian di gereja. Doa yang dipanjatkan beberapa resi yang berdomisili di sekitar kota malang ini sangat terdengar manis nan magis. Beberapa resi yang memanjatkan doa pada malam jumat legi bulan april kemarin yaitu Ki Suroso dari topeng SIWER serta Ki galuh anggara memanjatkan doa dalam bahasa kejawen, Bunda ratu Susi Sri Sumini yang memanjatkan doa dalam tembang macopat dan ditutup oleh DR. Putu yang memanjatkan doa dalam agama hindu.

Harum aroma hio yang dibakar bersamaan dengan doa-doa yang di panjatkan menambah magisnya malam jumat legi kemarin. Setelah doa dari para sesepuh penggiat tradisi budaya telah selesai di panjatkan lalu para sesepuh memotong tumpeng. Tumpeng yang sengaja di buat mini dan berjumlah 5 ini sengaja untuk mewakili 4 arah mata angin dan 1 titik tengah. Setelah pemotongan tumpeng tumpeng tersebut di bagikan kepada pengunjung alun-alun balaikota malang. mulai dari penggiat budaya, penggemar budaya sampai penonton awampun menikmati makan bersama yang menjadi sarat mutlak dari barikan tersebut.

Doc. Lingkarmalang / Potong Tumpeng

setelah perut terisi maka sekarang giliran penampilan atraksi budaya dari kesenian kuda lumping sekar jagat dari Karang Ploso. Dengan instrumental alat musik yang masih berjalan manual ini kita dapat meresapi bahwa tradisi tidak selamanya seram. Adanya komunikasi dengan masyarakat asli yang masih mempertahankan tradisi seperti ini membuat kita lebih mengerti makna dari adanya tradisi dan budaya yang ada di sekitar kita. (PungkasPung)