Lingkarmalang.com, Sejarah Malang – Asal-usul Malang dapat ditinjau dari berbagai sumber, salah satunya prasasti Dinoyo. Bagi anda yang masih nihil pengetahuan tentang sejarah Malang rasanya akan sedikit mencengangkan. Sebuah prasasti yang diketemukan di kelurahan Dinoyo ini merupakan sumber terkuat terbentuknya Malang. Karena hari jadi Malang yang dirayakan sampai saat ini tak lain dari prasasti tersebut.

Banyak yang tidak mengetahui letak prasasti itu, mulai dari diketemukannya sampai saat ini. Prasasti ini diketemukan di tiga tempat terpisah, sedikit informasi bahwa prasasti ini saat diketemukannya sudah terpisah menjadi tiga. Entah mengapa kerusakan tersebut terjadi, yang menyebabkan bentuk prasasti tidak utuh lagi.

Kembali pada tempat ditemukannya prasasti. Tempat pertama berada di kelurahan Dinoyo, hal ini yang menyebabkan penamaan prasasti ini dinamakan Prasasti Dinoyo. Tempat kedua berada di pertengahan Kelurahan Dinoyo dan Kelurahan Kejuron, tepatnya di Kelurahan Merjosari. Tempat penemuan ketiga yaitu Kelurahan Kejuron, kelurahan ini diduga menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan dan secara tidak langsung menjelaskan bahwa tempat asal prasasti Dinoyo. Prasasti Dinoyo kini sudah diamankan di Museum Nasional di Jakarta. Maka dari itu bila anda mencari prasasti ini di Malang tak akan menemui.

Isi dari prasasti ini jika dapat dikelompokkan menjadi dua poin penting. Poin pertama yaitu publikasi bahwa Kerajaan Kanjuruhan dipimpin oleh seorang raja yang bernama Dewa Simha, adapula keterangan bahwa sang raja memiliki putra mahkota bernama Liswa. Selain putra mahkota yang dikenalkan adapula nama Uttejana yang menjadi nama Liswa. Seakan memperkenalkan dan menjadi bukti otentik bahwa eksistensi keluarga raja pada waktu itu sangat penting. Karena memang cara paling efektif untuk menjaga loyalitas warga pada raja hanya seperti itu saja.

Poin penting kedua yaitu untuk memberikan perintah pembangunan tempat suci. Untuk menghargai dewa dan dewi yang melindungi Malang dari marabahaya. Mungkin sedikit cerita tentang prasasti ini dapat menjadi referensi bagi warga Malang maupun warga luar Malang.