Lingkarmalang.com, Cilok Bandung– Berbagai camilan ataupun jajanan menengah ke bawah di Malang saat ini mulai variatif, mulai dari makanan kekinian ataupun makanan jaman dahulu namun berasal dari luar kota. Salah satunya cilok Bandung, entah kenapa akhir-akhir ini penjual aci dicolok yang berbau bandung mulai membanjiri Malang Raya. Tak hanya kota Malang dan Batu saja yang menjadi sasaran penjual cilok, berbagai kota kecil seperti Singosari, Lawang, Kepanjen, Turen pun tak luput dari penjaja cilok sunda tersebut.

Bagi Nawak-Nawak Lingkar Malang yang penasaran apa yang menjadi pembeda antara cilok yang biasa kita kenal dan cilok Bandung wajib menyimak artikel ini.

Bentuk Gerobak

Salah satu pembedanya yaitu bentuk gerobak. Biasanya penjual cilok daging Memiliki bentuk gerobak yang ditempelkan ke sepeda angin ataupun motor. Lain halnya dengan penjual cilok Bandung, mereka memilih untuk membuat gerobak dorong. Ukurannya tidak setinggi gerobak bakso, namun tetap ada kotak kaca untuk menyimpan cilok mentah untuk persediaan.

Dagangan

Di Malang penjual cilok tidak mungkin akan menjajakan cilok saja. Pasti bersanding dengan tahu yang diisi aci dan pangsit digoreng yang biasa dinamakan goreng. Lain halnya dengan cilok Bandung yang hanya menjual cilok yang berisi urat saja. Tanpa menjual tahu berisi aci ataupun goreng.

Bumbu

Bila Nawak-Nawak Lingkar Malang biasa membeli cireng, pasti tahu ada bumbu bubuk yang berasa gurih. Bumbu seperti itu pula yang akan anda temukan bila membeli cilok Bandung, selain itu ditambahkan pula saos tomat dan kecap. Bila ingin berasa pedas biasanya penjual cilok akan menambahkan bumbu cabai bubuk. Lain halnya dengan cilok biasanya yang masih belum memiliki standar saos, biasanya saos kacang, tomat atau malah hanya ada kecap saja.