Lingkarmalang.com, Pesantren – Belajar tak melulu di sekolahan, dimanapun dapat menjadikan kita pintar selama kita bijak dalam menata diri dan mengambil hikmah. Pun juga belajar agama, tak perlu di pesantren, di balik hotel prodeo pun dapat dilakukan. Seperti pada penjara kelas 1 lowokwaru ini. Ada sebuah sudut yang dinisbatkan untuk para pencari ilmu agama.

Tepatnya pesantren warga lembaga pemasyarakatan biasa menyebutnya. Pada 5 Juni 2017 Menteri Hukum dan HAM meresmikan pondok pesantren yang bernama At-Taubah. Pondok ini dapat di bilang unik, karena letaknya dan para penuntut ilmunya yang merupakan residivis. Seperti dilansir harian kompas, pondok ini memang ditujukan untuk mereka yang pernah melakukan kesalahan. Dengan kapasitas 400 narapidana diharapkan para penuntut ilmu akan menjadi lebih berguna di masyarakat.

Hal tersebut terbukti pada 21 februari 2018 diberitakan oleh web resmi pemerintah kota Malang, bahwasanya ada 33 guru al-quran dari pesantren ini. Meskipun di balik jeruji besi mereka tetap menimba ilmu tiada henti. Saat masuk mereka disaring berdasarkan kelancaran bacaannya, terbagi menjadi tiga tingkatan. Nantinya ketiga tingkatan tersebut dididik dengan sistem akademik yang sama persis dengan pesantren. Alhasil mereka tidak kalah kualitas dengan lulusan pesantren umum.

Bahkan pihak sipir sudah menyiapkan sistem akademik untuk membekali mereka sebagai da’i. Perlu diketahui bahwa kebiasaan mereka saat ini hanya menempuh pendidikan qiroatil quran. Pada bulan Ramadan mereka lebih intensif dalam mengaji. Seakan tidak peduli dengan sekat jeruji besi. Santri yang saat ini sudah 410 itu tetap menggelar tadarus dan sesekali pengajian ilmu fiqih.

Rasanya patut diacungi jempol semangat mereka dalam beragama. Seakan mereka tersadarkan, sebagai seorang insan pastilah memiliki kesalahan. Dan memohon ampunan tuhan mereka lakukan bertubi-tubi, sehingga saat mereka keluar lembaga pemasyarakatan sudah memiliki iman yang kuat. Nawak-Nawak Lingkar Malang juga patut berbangga, karena hal tersebut berada di Lowokwaru yang notabene merupakan penjara di Malang.